apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Business

Proyek Kawasan Yudikatif & Legislatif IKN Kena Dampak Perang, Begini Progresnya

Nyaring AranDiterbitkan 16 Agu 2026 - 19.38 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Proyek Kawasan Yudikatif & Legislatif IKN Kena Dampak Perang, Begini Progresnya
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Bagaimana nasib pembangunan area perkantoran lembaga tinggi negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah situasi geopolitik global memanas? Banyak pihak bertanya-tanya apakah ketegangan internasional akan menghambat target pemindahan pusat pemerintahan. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) kini tengah menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku akibat konflik geopolitik, namun pengerjaan fisik di lapangan terus diupayakan berjalan.

Pembangunan kawasan yudikatif dan legislatif ini mengalami kendala eksternal akibat perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Konflik tersebut memicu lonjakan harga solar industri yang berimbas langsung pada biaya operasional proyek. Berdasarkan data Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI), harga minyak global melonjak sebesar 37,41 persen sepanjang periode 28 Februari hingga 1 Juli 2026. Dampak paling signifikan dirasakan pada harga solar industri yang naik 41,52 persen, di mana harga solar yang semula Rp 12.500 per liter melonjak ke kisaran Rp 20.000 per liter, bahkan sempat menyentuh angka Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per liter. Tidak hanya bahan bakar, harga material konstruksi lain juga ikut terkerek naik per 1 Juli 2026, seperti besi beton yang naik 27,78 persen dan aspal yang meningkat 23,85 persen.

Meskipun dibayangi kenaikan harga material, OIKN tetap menargetkan penyelesaian fisik kawasan perkantoran yudikatif dan legislatif ini rampung pada rentang tahun 2027 hingga 2028. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) E.4 OIKN, Sony Alisa, menjelaskan bahwa pembangunan fisik kompleks yudikatif ditargetkan bisa menyentuh angka 40 persen pada akhir tahun 2026. Target akhir untuk penyelesaian fisik perkantoran yudikatif ini dijadwalkan pada 25 Desember 2027. Kompleks yudikatif ini mencakup gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Mahkamah Agung (MA), Komisi Yudisial (KY), Plaza Keadilan, serta Masjid Kawasan.

Baca Juga

Simalungun Diguncang Gempa, Pasokan BBM dan LPG Dijamin Aman

Simalungun Diguncang Gempa, Pasokan BBM dan LPG Dijamin Aman

Saat ini, progres pembangunan yudikatif terus menunjukkan pergerakan setelah delapan bulan pengerjaan. Paket pembangunan gedung MA dan Plaza Keadilan yang digarap oleh PT Hutama Karya (Persero) dengan nilai kontrak Rp 1,4 triliun telah mencapai progres 12,5 persen. Sementara itu, paket pembangunan gedung MK, KY, dan Masjid Kawasan yang dikerjakan oleh ADHI-Deta Decon KSO bernilai kontrak Rp 1,65 triliun dan mencatatkan progres sebesar 12,41 persen.

Di sisi lain, proyek kawasan legislatif yang mencakup gedung DPR, MPR, dan DPD juga ditargetkan selesai secara fisik pada Desember 2027. PPK-E.3 OIKN, Alfrits Steeve Willy Makalew, memaparkan bahwa total nilai kontrak untuk lima paket pengerjaan di kawasan legislatif ini mencapai Rp 8,24 triliun. Paket-paket tersebut meliputi Gedung Sidang Paripurna, DPR 1, DPR 2, MPR, DPD, serta fasilitas penunjang seperti Plaza Kerakyatan, Masjid Kawasan, dan Taman Rakyat.

Baca Juga

Jembatan Garuda Permudah Akses Warga Pinggiran Banjarmasin-Banjar

Jembatan Garuda Permudah Akses Warga Pinggiran Banjarmasin-Banjar

Rincian progres untuk masing-masing gedung legislatif setelah beberapa bulan berjalan bervariasi. Gedung Sidang Paripurna dengan kontrak Rp 1,24 triliun mencatatkan progres 12,147 persen. Gedung DPR 1 yang bernilai kontrak Rp 1,84 triliun mencapainya di angka 11,029 persen, sedangkan Gedung DPR 2 dengan nilai kontrak Rp 1,96 triliun berada di angka 9,927 persen. Untuk pembangunan gedung DPD yang bernilai kontrak Rp 1,48 triliun, progres fisiknya telah mencapai 9,404 persen. Terakhir, pembangunan gedung MPR dengan nilai kontrak Rp 1,70 triliun mencatatkan progres sebesar 10,559 persen. OIKN terus berupaya mengawal proyek strategis ini agar tetap berjalan sesuai dengan garis waktu yang telah ditetapkan di tengah fluktuasi ekonomi global.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IKNekonomi globalinfrastrukturOIKN

Berita Terbaru Lainnya

Jadwal Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Bersiap Hadapi Irak di Jeddah Setelah Laga Sengit Kontra Arab SaudiAdministrasi Lahan Rampung, Pembangunan Pusat Latihan Timnas Indonesia di IKN Nusantara Terus BerjalanPerdebatan Kesiapan Migrasi Siaran TV Analog ke DigitalPemerintah Siapkan Proyek Percontohan KRIS BPJS KesehatanPengembang Properti Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Tekan BiayaGempa NTT, Kemenkes Targetkan Satu Minggu Layanan RS PulihEks Ketua RW Dipolisikan Terkait Dugaan Penggelapan Kas Rp 11 MiliarKeabsahan dan Penerapan Tanda Tangan Elektronik pada Dokumen Resmi di Indonesia

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

Nasional

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

13 Agu 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RINasional 路 13 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap