Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meresmikan Jembatan Garuda secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (14/8). Peresmian ini dilakukan secara serentak bersama dengan ribuan jembatan dan titik air bersih lainnya di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur penghubung ini secara khusus dibangun untuk menghubungkan Kelurahan Basirih Ujung di Kota Banjarmasin dengan Desa Aluh-Aluh di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kehadiran jembatan ini menjadi angin segar bagi ribuan warga setempat yang telah lama mendambakan akses transportasi yang layak.
Selama puluhan tahun, warga di perbatasan kedua wilayah tersebut harus menghadapi kendala mobilitas karena jembatan lama yang ada sebelumnya telah mengalami kerusakan parah dan tidak dapat digunakan lagi. Dengan selesainya pembangunan Jembatan Garuda, akses transportasi darat yang sempat terputus kini kembali tersambung. Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, menyampaikan harapannya agar infrastruktur baru ini dapat mempermudah akses transportasi, meningkatkan perekonomian daerah, menunjang sektor pendidikan, serta mendorong pengembangan usaha bagi masyarakat sekitar.
Pembangunan infrastruktur ini mendapatkan sambutan hangat dari warga yang tinggal di kawasan perbatasan. Salah satunya adalah Mahmudah, warga berusia 38 tahun asal Handil Bujur, Basirih, yang menyatakan kegembiraannya atas peresmian jembatan ini. Kegembiraan serupa juga dirasakan oleh Ahmad, warga berusia 43 tahun yang tinggal di perbatasan Basirih Selatan Ujung. Bagi mereka, keberadaan jembatan ini memangkas waktu perjalanan dan mempermudah aktivitas harian yang sebelumnya terhambat oleh ketiadaan sarana penyeberangan yang memadai.
Gempa M 6,4 Simalungun Sumut Terasa hingga Medan

Meskipun telah diresmikan, beberapa bagian pengerjaan masih terus diselesaikan untuk memastikan kelayakan penuh. Wali Kota Banjarmasin, M Yamin, pada Sabtu (15/8) menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan seluruh pengerjaan konstruksi jembatan dapat selesai dalam kurun waktu tiga bulan. Pemerintah kota bahkan berupaya agar penyelesaiannya bisa berjalan lebih cepat dari target tersebut sehingga manfaat penuh dari jembatan dapat segera dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.
Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pembangunan jembatan serta penyediaan sumber air bersih ini merupakan wujud nyata dari pengabdian TNI dan Polri kepada masyarakat. Di wilayah Kalimantan Selatan sendiri, TNI tidak hanya membangun jembatan di kawasan Basirih. Institusi militer tersebut juga membangun jembatan dan menyediakan akses air bersih di 16 titik yang tersebar di beberapa wilayah lain di provinsi tersebut.
Bank Syariah Nasional Integrasikan Layanan Top Up Kartu Multi Trip Commuter Line

Program penyediaan air bersih ini menjadi bagian penting dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut dirancang untuk mewujudkan ketahanan serta kedaulatan air nasional secara berkelanjutan. Guna mendukung penyediaan sarana air bersih di berbagai wilayah Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) turut berpartisipasi aktif melalui pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Kehadiran infrastruktur baru ini sangat krusial bagi Kabupaten Banjar, terlebih karena wilayah ini kerap menghadapi tantangan alam. Belakangan ini, sejumlah kawasan di Kabupaten Banjar kembali terendam banjir akibat cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai dengan angin kencang. Selain bencana musiman tersebut, Kabupaten Banjar juga sedang menghadapi dinamika sosial dan pembangunan lainnya. Di Martapura, dilaporkan terdapat lebih dari seratus pelajar dari berbagai sekolah yang mengalami keracunan makanan, yang diduga bersumber dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Sementara itu, di bidang infrastruktur skala besar, pemerintah setempat mulai memproses pembebasan tanah bagi warga di dua desa terpencil di Kecamatan Peramasan untuk mendukung rencana pembangunan Bendungan Riam Kiwa.






