Kementerian Kesehatan memprioritaskan pemulihan fungsi pelayanan kesehatan di wilayah Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana alam. Terkait penanganan pascabencana tersebut, dalam perkembangan terbaru mengenai situasi Gempa NTT, Kemenkes Targetkan Satu Minggu Layanan RS Pulih untuk operasional dasar di seluruh rumah sakit umum daerah yang terdampak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menetapkan tenggat waktu tersebut agar fasilitas kesehatan tingkat lanjut segera dapat melayani masyarakat kembali. Berdasarkan laporan situasi hingga 15 Agustus 2026, guncangan gempa bumi bermagnitudo 7,7 ini berdampak pada delapan kabupaten dan kota di NTT, yaitu Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Flores Timur. Gempa ini juga dilaporkan telah merenggut korban jiwa, dengan jumlah korban tewas mencapai 51 orang hingga Minggu (16/8) pukul 14.00 WITA.
Guna mempercepat penanganan medis di lapangan, Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) serta mengerahkan tim manajemen krisis dan Emergency Medical Team (EMT). Fokus utama pemulihan layanan di rumah sakit diarahkan pada pelayanan esensial, seperti operasi trauma, layanan kesehatan ibu dan anak, serta layanan hemodialisa.
Eks Ketua RW Dipolisikan Terkait Dugaan Penggelapan Kas Rp 11 Miliar

Dua fasilitas kesehatan, yakni RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng, diidentifikasi sebagai lokasi yang memerlukan perhatian lebih intensif. Pada 16 Agustus 2026, Rumah Sakit Lapangan yang dilengkapi dengan fasilitas operasi beserta EMT鈥攜ang terdiri dari dokter spesialis bedah, anestesi, dan emergensi鈥攖elah digerakkan menuju kedua RSUD tersebut. Kemenkes juga menjadwalkan pengiriman satu set Rumah Sakit Mobil ke RSUD Nagekeo pada Senin, 17 Agustus 2026. Untuk mengantisipasi hambatan penanganan di Nagekeo, RSUD Borong dan RSUD Komodo disiapkan sebagai rumah sakit rujukan dengan target waktu rujukan masing-masing dua jam dan empat jam.
Selain rumah sakit, pemulihan juga menyasar fasilitas kesehatan tingkat pertama. Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas yang mengalami kerusakan dapat kembali beroperasi untuk memberikan pelayanan dasar dalam waktu dua minggu. Pelayanan dasar di puskesmas ini akan diprioritaskan untuk membantu ibu hamil, proses persalinan, dan pemberian imunisasi bagi anak-anak.
Menakar Arah Regulasi, Antara Pengesahan Revisi Undang-Undang ITE Terbaru dan Reformasi Keuangan P2SK

Upaya penanggulangan dampak gempa ini melibatkan koordinasi lintas sektor dan daerah. Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi turut memantau perkembangan ini, sementara Fifin Anggela Prista dari Tim Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA) 11 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menjelaskan bahwa para korban gempa di NTT saat ini sangat membutuhkan bantuan medis serta logistik. Dari sisi infrastruktur energi, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengonfirmasi bahwa sekitar 12 persen pelanggan di wilayah terdampak gempa bumi di Flores mengalami gangguan listrik.
Bantuan dari daerah lain juga mulai mengalir, salah satunya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang memberangkatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD ke NTT untuk membantu penanganan dampak gempa di Mbay Nagekeo. Distribusi bantuan logistik juga terus berjalan, termasuk rencana penyaluran 1.000 paket bantuan untuk Kabupaten Sikka dan 725 paket untuk Kabupaten Ende. Di tengah situasi darurat ini, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dijadwalkan tetap memimpin apel peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Manggarai Timur.






