Pemerintah bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus mematangkan kesiapan infrastruktur olahraga di Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek pembangunan pusat latihan nasional atau training center Timnas Indonesia di IKN kini mulai menemui titik terang setelah sempat mengalami jeda waktu pemanfaatan akibat proses administratif. Fasilitas yang sangat dinanti oleh pencinta sepak bola tanah air ini diharapkan dapat segera beroperasi penuh untuk mendukung peningkatan prestasi skuad Garuda di kancah internasional.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan bahwa penundaan pemanfaatan pusat latihan ini disebabkan oleh proses transisi pemerintahan serta penataan ulang struktur kementerian. Hal tersebut berdampak langsung pada proses administrasi pengalihan lahan dari pemerintah kepada PSSI. Kendati demikian, Erick memastikan bahwa kendala administratif tersebut kini telah diselesaikan oleh pemerintah baru. Pembangunan pusat latihan ini didanai melalui kolaborasi tiga pihak, yaitu Pemerintah Indonesia yang menyediakan sebagian lahan, serta FIFA dan PSSI yang mengucurkan dana pembangunan. Pada tahap pertama, proyek yang berdiri di atas lahan seluas 34,5 hektare ini mendapatkan kucuran dana bantuan dari program FIFA Forward sebesar USD 5,4 juta atau sekitar Rp 88 miilar.
Jadwal Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Bersiap Hadapi Irak di Jeddah Setelah Laga Sengit Kontra Arab Saudi

Hubungan erat antara PSSI dan FIFA juga diperkuat oleh keberadaan FIFA Hub di Jakarta yang resmi beroperasi untuk melayani 21 asosiasi anggota di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara. Kesepakatan pendirian FIFA Hub tersebut ditandatangani melalui Host Country Agreement pada Juni 2025. Sebagai wujud kemitraan strategis ini, PSSI secara resmi menyatakan dukungannya kepada Gianni Infantino untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung di Maroko pada 18 Maret 2027. Infantino sendiri mempertahankan dukungan kuat dari berbagai pihak, termasuk Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang beranggotakan 54 federasi, serta negara-negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan sejumlah negara di Amerika Selatan.
Di sisi lain, perkembangan kawasan IKN secara keseluruhan menunjukkan tren positif dengan masuknya investasi asing langsung. Salah satunya adalah PT Star Bright International Investment asal China yang mulai menggarap proyek kawasan terpadu senilai Rp 1,25 triliun di Sub WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 15.501 meter persegi ini akan menghadirkan apartemen, restoran, area ritel, dan perkantoran. Pembangunan ini menjadi konstruksi perdana yang direalisasikan oleh investor asing di IKN dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, PT Star Bright International Investment bekerja sama dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co., Ltd., sebuah perusahaan yang berbasis di Sichuan, China.
Arsenal vs Manchester City di Community Shield 2026, Sejarah, Gengsi, dan Misi Amal di Wembley

Selain investor asal China, Korea Selatan juga turut menanamkan modalnya melalui PT Dian Jaya Indonesia, anak usaha dari Dian Development Co., Ltd. Perusahaan ini berencana membangun apartemen dan perkantoran di WP KIPP Sub WP 1B dengan nilai investasi sekitar Rp 1,2 triliun. Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono menargetkan realisasi investasi dari Korea Selatan tersebut dapat terwujud dalam tahun 2026. Lebih lanjut, Basuki juga menargetkan penyelesaian seluruh kawasan inti IKN, termasuk Istana Negara, zona yudikatif, dan zona legislatif, dapat rampung secara menyeluruh pada tahun 2028. Dengan selesainya hambatan administratif dan masuknya berbagai investasi strategis, ekosistem di sekitar pusat latihan Timnas Indonesia diharapkan dapat tumbuh dengan pesat.






