Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatat keberhasilan signifikan dalam pelaksanaan program insentif biodiesel di Indonesia. Selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir, yaitu pada periode tahun 2015 hingga 2025, program insentif ini dilaporkan telah berhasil memberikan penghematan devisa bagi negara hingga mencapai Rp722,9 triliun. Angka penghematan yang cukup besar ini menjadi salah satu indikator penting dari kontribusi sektor kelapa sawit terhadap stabilitas perekonomian nasional.
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menjelaskan secara rinci mengenai asal penghematan devisa tersebut. Menurut penjelasannya, penghematan yang bernilai ratusan triliun rupiah ini bersumber langsung dari berkurangnya kebutuhan impor bahan bakar minyak jenis solar oleh Indonesia. Hal tersebut dapat terjadi karena sebagian dari porsi konsumsi solar di dalam negeri kini telah berhasil digantikan dengan bahan bakar nabati yang berbasis minyak kelapa sawit. Keterangan resmi ini disampaikan oleh Zaid saat menggelar konferensi pers di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada hari Rabu (29/7/2026).








