Jaringan internet di kawasan Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro, Sulawesi Utara, kini dialihkan menggunakan kapasitas satelit menyusul adanya gangguan pada infrastruktur kabel laut Palapa Ring Tengah. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengoptimalkan kapasitas internet berbasis satelit guna memastikan layanan telekomunikasi di wilayah kepulauan tersebut tetap berjalan.
Langkah optimalisasi ini dilakukan setelah terdeteksi adanya gangguan serat optik pada segmen Melonguane-Morotai. Kerusakan pada kabel bawah laut tersebut terdeteksi berada di kedalaman sekitar 3.400 meter, dengan jarak kurang lebih 95 kilometer dari Terminal Station Morotai. Gangguan ini dipicu oleh serangkaian aktivitas gempa bumi di kawasan tersebut, termasuk gempa berkekuatan magnitudo 5,7 yang mengguncang pada 26 Mei 2026.
Dalam penanganan darurat ini, pemanfaatan kapasitas satelit menjadi andalan utama. Langkah taktis ini sekaligus memperlihatkan bagaimana uji coba operasional Satelit SATRIA-1 BAKTI Kominfo diterapkan langsung untuk mengatasi kendala konektivitas di wilayah terluar secara riil. Melalui optimalisasi ini, stabilitas akses internet di titik-titik layanan publik diharapkan tetap terjaga selama proses perbaikan kabel laut berlangsung.
Indosat, Ooredoo, Nokia, dan NVIDIA Berkolaborasi Luncurkan Zankore untuk Bangun Infrastruktur AI

Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur Bakti Komdigi, Darien Aldiano, memimpin koordinasi penanganan infrastruktur ini. Bakti meningkatkan kapasitas bandwidth pada total 286 titik layanan Akses Internet di wilayah terdampak. Rincian peningkatan kapasitas tersebut mencakup 106 titik di Kabupaten Kepulauan Sangihe, 132 titik di Kabupaten Kepulauan Talaud, serta 48 titik di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Kapasitas internet di ratusan titik layanan tersebut ditingkatkan bervariasi menjadi 50 Mbps, 100 Mbps, hingga 150 Mbps. Penyesuaian kapasitas bandwidth ini dilakukan dengan menyesuaikan tingkat kebutuhan masing-masing titik lokasi guna memastikan efektivitas penggunaan jaringan satelit.
Resmi Beroperasi di Indonesia, Ini Cara Daftar dan Paket Layanan Starlink

Sementara itu, upaya perbaikan fisik terhadap kabel laut Palapa Ring Tengah yang rusak terus berjalan. Kapal perbaikan khusus dijadwalkan bertolak dari Bitung menuju Morotai pada 28 Juli 2026 untuk memulai proses penyambungan serat optik di kedalaman laut tersebut. Selama masa pemulihan fisik ini, Satelit SATRIA-1 akan terus dioptimalkan untuk menopang kebutuhan telekomunikasi masyarakat di tiga kabupaten kepulauan tersebut.






