Menjelang perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha di kawasan Candi Borobudur secara resmi dipindahkan ke Lapangan Kenari. Pemindahan arca ini menjadi bagian penting dari penataan kawasan spiritual candi menjelang hari besar keagamaan umat Buddha tersebut. Dengan pemindahan resmi ini, diharapkan penataan kawasan Candi Borobudur dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Kini, Arca Unfinished Buddha tersebut telah ditempatkan di lokasi barunya di Lapangan Kenari. Area penempatan ini berada di Zona I kawasan Candi Borobudur, tepatnya di bagian barat daya candi. Di lokasi tersebut, arca diletakkan secara presisi di antara dua pohon kenari yang tumbuh di kawasan lapangan tersebut.
Kolaborasi Lintas Pihak di Candi Borobudur
Upaya pemindahan Arca Unfinished Buddha ke Lapangan Kenari ini tidak terlepas dari adanya kolaborasi yang erat dari berbagai pihak terkait. Kolaborasi lintas sektor ini melibatkan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Museum dan Cagar Budaya (MCB), Kementerian Agama Republik Indonesia, serta InJourney Destination Management. Selain instansi pemerintah dan pengelola, proses pemindahan ini juga didukung secara langsung oleh para Bhikkhu serta komunitas masyarakat adat setempat.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Proses koordinasi dan pelaksanaan pemindahan arca ini melibatkan peran aktif dari para pimpinan lembaga yang berwenang. Di antaranya adalah Direktur Utama InJourney Maya Watono, Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan, serta Kepala Museum & Cagar Budaya (MCB) Esti Nurjadin. Sinergi ini memastikan bahwa seluruh tahapan pemindahan arca dilakukan dengan menghormati nilai budaya dan spiritual yang melekat pada objek tersebut.
Pengembangan Situs Candi Plaosan
Selain penataan di kawasan Candi Borobudur, langkah pelestarian terhadap cagar budaya nasional juga terus dilakukan di situs bersejarah lainnya. Baru-baru ini, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon secara resmi meresmikan Pengembangan Situs Candi Plaosan Tahap I. Candi Plaosan sendiri berlokasi di wilayah Kabupaten Klaten, sebuah daerah yang saat ini dipimpin oleh Bupati Hamenang Wajar Ismoyo.
Rencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Proses pengembangan kawasan Situs Candi Plaosan ini merupakan contoh nyata dari pelaksanaan kemitraan antara pemerintah dan swasta (public-private partnership) dalam melestarikan cagar budaya nasional. Dalam pembangunannya, proyek pengembangan ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak swasta, yaitu Djarum Foundation. Di bawah pengelolaan Museum dan Cagar Budaya yang dipimpin oleh Indira Estiyanti Nurjadin, kawasan situs ini dipersiapkan untuk memberikan pelayanan pariwisata yang lebih komprehensif.
Berdasarkan rencana pengembangan yang telah disusun, Candi Plaosan akan menyediakan berbagai layanan utama dan penunjang bagi para pengunjung. Layanan utama yang ditawarkan meliputi sistem ticketing dan pemanduan wisatawan. Sementara itu, untuk mendukung pengalaman berkunjung yang lebih baik, kawasan ini juga akan menyediakan layanan penunjang seperti penyewaan tempat untuk kegiatan outing, paket wellness, pementasan seni pertunjukan tradisional, hingga pengembangan konsep ekowisata.






