Suku Dinas Pertamanan dan Kehutanan (Tamhut) Jakarta Barat telah menanam sebanyak 649 pohon pelindung di delapan wilayah kecamatan sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas lingkungan hidup dan mengatasi pencemaran udara di ibu kota.
Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Barat, Dirja Kusuma, menjelaskan bahwa penanaman pohon pelindung ini dilakukan secara rutin melalui gerakan Jumat Menanam yang diadakan setiap pekan. Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi Tabebuya Ungu, Tabebuya Pink, Tabebuya Kuning, dan Mahoni.
Gerakan Jumat Menanam di Kedoya Selatan
Pada Jumat (28/8/2026), jajaran Sudin Tamhut menanam delapan pohon Tabebuya Ungu di Taman Aneka Elok, Perumahan Kedoya Elok, Kelurahan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk. Penanaman ini melengkapi total 60 pohon pelindung yang ditanam di Jakarta Barat sepanjang bulan Agustus.
Rencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Lurah Kedoya Selatan, Anto, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap gerakan ini. Menurutnya, setiap bibit pohon yang ditanam sangat penting untuk meningkatkan kualitas udara sekaligus menjadi peneduh bagi generasi mendatang. Selain pohon pelindung, Sudin Tamhut Jakarta Barat juga menanam 189.853 polybag tanaman hias sejak awal tahun hingga Agustus 2026.
Pengendalian Emisi oleh Dinas Lingkungan Hidup
Upaya penghijauan ini berjalan beriringan dengan langkah taktis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dalam mengendalikan pencemaran udara. Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menyatakan bahwa pihaknya terus memperkuat strategi pengendalian emisi, terutama dalam menghadapi puncak musim kemarau.
Pemerintah Kaji Pembatasan Pertalite Berdasarkan Jenis Kendaraan

Langkah-langkah yang diambil DLH DKI Jakarta meliputi pengetatan emisi pada sektor transportasi melalui uji emisi kendaraan, pengawasan emisi industri, hingga perluasan ruang terbuka hijau. Selain itu, DLH juga menyediakan sistem peringatan dini (early warning system) melalui situs resmi udara.jakarta.go.id agar masyarakat dapat memantau prakiraan kualitas udara secara berkala.






