PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kembali mengingatkan masyarakat agar tidak bermain layang-layang di sekitar jalur operasional Kereta Cepat Whoosh. Imbauan ini diperkuat seiring masuknya periode libur sekolah yang berpotensi meningkatkan aktivitas bermain di dekat perlintasan kereta cepat.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengimbau para orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat untuk turut mengawasi aktivitas bermain anak-anak. Layang-layang yang putus dan terbawa angin dikhawatirkan dapat tersangkut pada jaringan listrik aliran atas (Overhead Catenary System/OCS) yang menjadi sumber daya utama Whoosh. Hal ini berpotensi merusak pantograf kereta serta memicu gangguan operasional perjalanan.
Berdasarkan data penertiban KCIC sepanjang tahun 2026, petugas telah mengamankan sebanyak 3.333 layang-layang di sekitar jalur operasional Whoosh. Aktivitas penertiban ini melonjak pada bulan Juni dengan 1.395 layang-layang yang diturunkan, mayoritas di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung. Sebelumnya, pada periode 2024 hingga Mei 2026, petugas juga telah mengamankan 452 layang-layang beserta benangnya.
Progres Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dan Target Ruas Prioritas

Untuk mengantisipasi gangguan tersebut, masyarakat dilarang bermain layang-layang dalam radius minimal 3 kilometer di sisi kanan dan kiri jalur operasional Whoosh. Larangan ini diperkuat oleh regulasi setempat melalui Surat Edaran Wali Kota Cimahi Nomor 19 Tahun 2025 dan Surat Edaran Bupati Bandung Barat Nomor 2014 Tahun 2025.
Sebagai langkah pencegahan, KCIC berkolaborasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk melakukan patroli berkala di lapangan. Petugas juga mengedepankan pendekatan persuasif dengan membagikan alat olahraga kepada anak-anak sebagai alternatif bermain yang aman. Selain patroli, sosialisasi keselamatan juga dilakukan ke sekolah-sekolah di sekitar jalur operasional. Sepanjang 2024 hingga Mei 2026, telah dilaksanakan 46 kegiatan sosialisasi yang menjangkau 38 sekolah tingkat SD-SMP dengan total 7.827 siswa.
Sudin Tamhut Jakarta Barat Tanam 649 Pohon Pelindung untuk Tekan Polusi

Kinerja Operasional dan Strategi Tarif Dinamis
Di samping fokus pada aspek keselamatan, Kereta Cepat Whoosh mencatatkan pertumbuhan kinerja dengan melayani lebih dari 2 juta penumpang. Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa peningkatan minat masyarakat ini didukung oleh penambahan frekuensi perjalanan secara bertahap dari semula 14 perjalanan per hari hingga menjadi 40 perjalanan reguler per hari, bahkan mencapai 48 perjalanan pada akhir pekan dan musim liburan.
Keberhasilan ini juga ditopang oleh penerapan skema tarif dinamis (dynamic pricing) sejak bulan Februari, yang berhasil meningkatkan tingkat okupansi penumpang sebesar 16 persen dibandingkan dengan bulan Januari. Untuk memperluas aksesibilitas, KCIC terus mengembangkan integrasi antarmoda, seperti penyediaan bus Metro Pasundan di Stasiun Padalarang serta rencana pengoperasian bus listrik di Stasiun Tegalluar bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Jawa Barat.






