Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) secara resmi meluncurkan inisiatif Zankore by Indosat. Peluncuran program ini merupakan hasil kolaborasi strategis yang melibatkan Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA. Melalui kolaborasi tersebut, para pihak berkomitmen untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) generasi terbaru. Pembangunan infrastruktur AI ini ditargetkan untuk melayani pasar global, dengan wilayah Asia-Pasifik sebagai titik awal dari seluruh rangkaian pengembangannya.
Target Kapasitas AI Factory dan Pembagian Peran
Dalam pengembangannya, inisiatif Zankore by Indosat menetapkan target kapasitas yang signifikan untuk AI Factory NVIDIA DSX, yaitu sebesar 1 Gigawatt (GW). Untuk merealisasikan target kapasitas tersebut, masing-masing pihak yang terlibat membawa peran dan kontribusi strategis mereka.
Ooredoo Group mengambil peran penting sebagai sponsor utama dalam proyek ini. Di bawah kepemimpinan Aziz Aluthman Fakhroo selaku Group Chief Executive Officer, Ooredoo Group berkomitmen untuk menyediakan modal berjangka panjang guna memastikan keberlanjutan dan perkembangan infrastruktur AI tersebut.
Resmi Beroperasi di Indonesia, Ini Cara Daftar dan Paket Layanan Starlink

Sementara itu, Indosat Ooredoo Hutchison memberikan kontribusi krusial dari sisi operasional dan pemahaman pasar. Sebagai perusahaan yang dipimpin oleh Vikram Sinha selaku President Director and Chief Executive Officer, Indosat membawa keunggulan berupa penguasaan mendalam terhadap pasar lokal serta fondasi infrastruktur digital yang tangguh untuk mendukung jalannya proyek Zankore.
Sambutan Positif dari Pemerintah Indonesia
Kolaborasi lintas perusahaan teknologi global ini mendapat perhatian dan respons positif dari pemerintah Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, secara resmi menyambut baik langkah kolaborasi yang diinisiasi oleh Indosat, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA tersebut.
Tim Komando Politeknik Negeri Balikpapan Juarai Kompetisi Good Mining Practice 2026

Dukungan dan apresiasi dari pemerintah disampaikan oleh Meutya Hafid melalui sebuah keterangan tertulis yang dirilis pada hari Kamis, 6 Agustus 2026. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya pengembangan infrastruktur teknologi berbasis AI generasi terbaru yang dimulai dari kawasan Asia-Pasifik sebelum menjangkau pasar global yang lebih luas.






