Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperketat pengawasan ruang siber dengan memblokir jutaan situs judi online. Langkah tegas ini terlihat dari data terbaru yang menunjukkan bahwa Kemenkomdigi blokir situs judi online di Indonesia dengan total mencapai 3,45 juta situs sepanjang periode 20 Oktober 2024 hingga 16 Mei 2026.
Selain memutus akses situs web, pemerintah juga menekan peredaran uang dari aktivitas ilegal ini. Sepanjang tahun 2025, Kemkomdigi berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memblokir 25.214 rekening bank yang terindikasi terkait dengan aktivitas perjudian daring. Upaya ini berkontribusi pada penurunan nilai perputaran dana judi online pada tahun 2025 menjadi Rp286 triliun, menyusut sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang menembus Rp400 triliun.
Pemblokiran Polymarket dan Penertiban Platform Digital
Dalam perkembangan terbaru, Kemkomdigi secara resmi memblokir akses terhadap situs www.polymarket.com. Platform global tersebut dinilai memfasilitasi aktivitas judi online yang berkedok pasar prediksi (prediction market).
Perkembangan Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis di Berbagai Daerah

Alexander Sabar menyatakan bahwa aktivitas di dalam Polymarket mengandung unsur taruhan uang serta spekulasi terhadap peristiwa masa depan yang hasilnya belum pasti. Hal tersebut bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Untuk memastikan penutupan akses berjalan menyeluruh, Kemkomdigi kini tengah menelusuri seluruh akun media sosial yang terafiliasi dengan Polymarket.
Selain memblokir situs web, pemerintah juga meminta platform digital besar seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube untuk lebih aktif menurunkan konten yang mempromosikan judi online di platform mereka.
Pembongkaran Sindikat 21 Situs oleh Bareskrim
Penegakan hukum di ruang digital ini berjalan beriringan dengan tindakan tegas kepolisian. Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri baru-baru ini membongkar jaringan yang mengoperasikan 21 situs judi online di Indonesia. Situs-situs yang ditindak tersebut meliputi SPINHARTA4, SASAFUN, RI188, ST789, SLOIDR, E88VIP, I777, X88VIP, 53N, BMW312, SVIP5U, OKGAME, REMI101N, IDAGAME, H5HIWIN, H5SS880, Officesetup, 777WPRO, H5777N, dan H51RR777AA.
Panduan Pembuatan SIM C Baru 2026, Syarat, Estimasi Biaya, dan Aturan Verifikasi KTP-el

Situs-situs tersebut diketahui menawarkan berbagai jenis permainan judi, mulai dari slot, kasino, hingga taruhan sepak bola. Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji, mengungkapkan bahwa server yang digunakan oleh sindikat ini berada di luar negeri berdasarkan identifikasi alamat IP yang dilakukan oleh tim patroli siber.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menetapkan lima orang tersangka, yaitu MNF (30), MR (33), QF (29), AL (33), dan WK (45). Selain menangkap para pelaku, penyidik Bareskrim Polri juga berhasil memblokir dan menyita aset berupa dana tunai dengan nilai total mencapai Rp59 miliar dari sindikat tersebut.






