Program Makan Bergizi Gratis terus diuji coba di berbagai wilayah di Indonesia. Pelaksanaan uji coba ini melibatkan kerja sama berbagai instansi pemerintah, lembaga pertahanan, hingga sektor swasta guna memastikan kesiapan program tersebut.
Di Kota Jayapura, Papua, uji coba program ini direncanakan berlangsung pada akhir Februari atau awal Maret 2025. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Abdul Majid, menjelaskan bahwa uji coba tersebut akan melibatkan 17.500 siswa yang tersebar di lima distrik. Masing-masing distrik akan mengakomodasi 3.500 siswa. Pembiayaan tahap pertama untuk uji coba di Kota Jayapura ini akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Terkait pemenuhan gizi dengan anggaran Rp10.000 per porsi yang disiapkan pemerintah, ahli gizi sekaligus dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo, menilai besaran anggaran tersebut masih memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah. Ia menyarankan agar pemenuhan karbohidrat disesuaikan dengan potensi pangan lokal. Sebagai contoh, konsumsi beras di wilayah seperti Papua dapat digantikan dengan sagu, papeda, atau jagung.
Panduan Pembuatan SIM C Baru 2026, Syarat, Estimasi Biaya, dan Aturan Verifikasi KTP-el

Selain Jayapura, sejumlah daerah lain juga telah melaksanakan uji coba dengan berbagai skema. Provinsi Sulawesi Barat telah menjalankan program makan bergizi gratis di lima sekolah mulai dari tingkat taman kanak-kanak. Di Kota Batam, Kepulauan Riau, uji coba program ini telah diberikan kepada 565 siswa di SDN 010 Bengkong.
Uji coba serupa juga diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Surakarta di beberapa sekolah, serta oleh Kodim 0602/Serang bagi para pelajar di Kabupaten Serang. Sementara itu, Pemerintah Kota Medan bekerja sama dengan eFishery untuk menyelenggarakan uji coba program tersebut di wilayahnya.
DPR Desak Pembentukan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Pasca-Perjanjian RI-AS

Untuk mendukung kelancaran pasokan makanan, TNI Angkatan Laut (TNI AL) menargetkan pembangunan 96 dapur umum, dengan 10 dapur umum di antaranya telah siap untuk menyuplai makanan. Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Badan Gizi Nasional akan turut membantu memantau pelaksanaan program ini demi menjaga kualitas dan keamanan pangan.
Meskipun demikian, persiapan program ini sempat diwarnai kasus penipuan. Di Kediri, Jawa Timur, sejumlah pengusaha katering menjadi korban penipuan oleh oknum yang memanfaatkan momentum persiapan program Makan Bergizi Gratis.






