Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Tri Winarno mengambil langkah taktis dengan memangkas target produksi nikel nasional untuk tahun 2026 menjadi sekitar 250–260 juta ton. Volume ini turun signifikan dibandingkan target produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2025 yang mencapai 379 juta ton.
Kebijakan pemangkasan produksi hingga lebih dari 100 juta ton ini berdampak langsung pada dinamika pasar internasional. Sebagai negara yang menguasai lebih dari 60 persen produksi nikel global dan menyimpan 42 persen cadangan nikel dunia, keputusan Indonesia berhasil mendongkrak harga nikel dunia hingga 30 persen dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.
Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), harga nikel global yang sempat jatuh di angka 14.125 dolar AS per ton pada 16 Desember 2025 meroket hingga menembus level 18.000 dolar AS per ton pada 19 Januari 2026. Bahkan, harga komoditas ini sempat menyentuh level tertinggi di posisi 18.450 dolar AS per ton pada 7 Januari 2026.
BPI Danantara Luncurkan DSI untuk Perkuat Ekspor, Ini Susunan Pengurus Lengkapnya

Penyesuaian Operasional dan Rencana Kerja Smelter
Kebijakan pembatasan kuota produksi ini memengaruhi alokasi kerja para pelaku industri, termasuk PT Vale Indonesia Tbk. Perusahaan tersebut dilaporkan hanya memperoleh 30 persen dari RKAB yang diajukan untuk mendanai proyek pengembangan mereka, yaitu Indonesia Growth Project (IGP).
Dengan kuota yang terbatas tersebut, RKAB 2026 milik PT Vale Indonesia Tbk mengalokasikan 100 persen kegiatan operasionalnya untuk mendukung operasional eksisting di Sorowako, termasuk operasional fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter).
PT DSI Bakal Terapkan Biaya Tata Kelola Ekspor CPO, Batu Bara, dan Ferro Alloy

Untuk mengatasi keterbatasan alokasi pada proyek pengembangan baru, Kementerian ESDM meminta PT Vale Indonesia Tbk mengajukan revisi RKAB pada Juli 2026 mendatang. Penyesuaian ini diharapkan dapat menyelaraskan kebutuhan operasional industri dengan target hilirisasi nikel indonesia kementerian esdm guna menjaga keseimbangan pasar global.






