Telkomsel secara resmi menghadirkan pemanfaatan teknologi 5G Standalone (5G SA) pertama di Indonesia. Langkah ini menandai babak baru dalam perkembangan infrastruktur telekomunikasi di tanah air, sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam memelopori adopsi teknologi seluler mutakhir. Dalam menerapkan berbagai skenario penggunaan (use case) dari teknologi ini, Telkomsel berkolaborasi dengan para mitra vendor teknologi global terkemuka, yaitu Ericsson, Huawei, dan ZTE.
Jaringan 5G Standalone tersebut digelar di tiga wilayah di Indonesia, yaitu Ibu Kota Nusantara (IKN), Bali, dan Maluku Utara. Proyek ini berada di bawah naungan Direktorat Network Telkomsel yang dipimpin oleh Indra Mardiatna selaku Direktur Network.
Tulang Punggung Smart City di IKN
Di Ibu Kota Nusantara (IKN), Telkomsel memberikan dukungan penuh kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo RI). Melalui pemanfaatan teknologi 5G SA, jaringan ini diproyeksikan menjadi tulang punggung bagi sistem kota cerdas (smart city) di IKN.
Kebijakan Baru TKDN, Dampak Bebas Kandungan Lokal bagi iPhone dan Google Pixel

Salah satu wujud nyata penerapannya dapat dijumpai di Rumah Teknologi Nusantara. Di lokasi tersebut, Telkomsel mengoperasikan BellaBot, sebuah robot pintar yang bertugas mengantarkan makanan dan minuman kepada para tamu yang hadir.
Selain itu, untuk mendukung kelancaran komunikasi selama momentum Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-79 di IKN, Telkomsel juga telah menyiapkan dan menghadirkan 55 Base Transceiver Station (BTS) berteknologi 4G dan 5G di berbagai lokasi strategis.
SKSG UI Desak Pemerintah Perketat Aturan Satelit Asing demi Kedaulatan Siber

Implementasi di Bali dan Maluku Utara
Pemanfaatan teknologi 5G SA juga merambah ke sektor pelabuhan dan industri di luar Pulau Jawa. Di Pelabuhan Benoa, Bali, Telkomsel memperkenalkan skenario penggunaan Smart Port. Integrasi teknologi di kawasan pelabuhan ini mencakup penggunaan Cloud Phone, perangkat Redcap (Reduced Capability), serta penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Sementara itu, di wilayah Maluku Utara, infrastruktur jaringan 5G SA dimanfaatkan untuk mendukung sektor keselamatan dan produktivitas kerja. Jaringan ini digunakan untuk menyokong penggunaan 5G Smart Helmet bagi para pekerja industri di kawasan Halmahera. Melalui perangkat pelindung kepala pintar ini, koordinasi dan pengawasan kerja di lapangan dapat berjalan dengan lebih aman.






