apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Nasional

Progres dan Tantangan Revitalisasi Stasiun Manggarai Menjadi Stasiun Sentral

Andi TobanDiterbitkan 2 Sep 2026 - 12.45 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Progres dan Tantangan Revitalisasi Stasiun Manggarai Menjadi Stasiun Sentral
Foto/Ilustrasi: Jawapos
A-A+

Stasiun Manggarai kini tengah dipersiapkan untuk memegang peran baru yang lebih besar dalam sistem transportasi di wilayah ibu kota dan sekitarnya. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah meresmikan pembukaan rute baru KA Bandara yang melayani perjalanan dari Stasiun Manggarai menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu (5/10). Pengoperasian rute baru ini berjalan di tengah proyek revitalisasi Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral yang pengerjaan konstruksinya masih terus berlangsung.

Langkah peresmian ini menandai babak baru dalam penyediaan opsi transportasi bagi masyarakat, meskipun pengerjaan fisik di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan.

Bagaimana Operasional KA Bandara di Stasiun Manggarai Saat Ini?

Rute baru KA Bandara dari Stasiun Manggarai menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditempatkan di peron 9 dan 10. Meskipun layanan ini sudah diresmikan, integrasi penuh antara moda transportasi di stasiun ini belum selesai sepenuhnya.

Saat ini, KA Bandara dan KRL Commuter Line belum bisa terhubung secara langsung. Kendala utamanya adalah gerbang akses masuk dan keluar (tap in dan tap out) untuk penumpang kedua moda transportasi tersebut belum dapat digunakan dalam waktu dekat.

Selain masalah gerbang akses, aspek keselamatan penumpang juga menjadi perhatian utama. Direktur Utama PT Railink, Mukti Jauhari, menjelaskan bahwa penumpang belum diizinkan untuk menyeberangi rel yang memisahkan kedua layanan kereta tersebut demi menjaga keselamatan. Penumpang harus mengikuti alur yang ditentukan untuk berpindah peron demi menghindari risiko kecelakaan di area jalur aktif.

Baca Juga

Pemprov DKI Pastikan LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai Siap Beroperasi Agustus 2026

Pemprov DKI Pastikan LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai Siap Beroperasi Agustus 2026

Apa Penyebab Lambannya Revitalisasi Stasiun Manggarai?

Proses revitalisasi Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral di ibu kota diakui berjalan sangat lambat oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Hambatan utama yang memperlambat proyek ini adalah masalah pembebasan lahan di sisi selatan stasiun yang saat ini masih ditempati oleh warga sekitar.

Meskipun menghadapi kendala pembebasan lahan, Kementerian Perhubungan berupaya mempercepat penyelesaian proyek ini. Menhub Budi Karya Sumadi menargetkan agar seluruh sisa pekerjaan konstruksi pembangunan stasiun dapat diselesaikan dalam jangka waktu enam bulan ke depan.

Bagaimana Rencana Desain Akhir dan Fasilitas Stasiun Sentral Manggarai?

Stasiun Manggarai dirancang untuk menjadi stasiun sentral yang terintegrasi dengan pengembangan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD). Berdasarkan data dari Direktur Jenderal Perkeretaapian (Dirjen Perkeretaapian) Kemenhub, Zulfikri, progres pembangunan fisik stasiun ini telah mencapai 60,125 persen per Mei 2022. Pada tahap awal pengembangannya, stasiun ini juga telah menerapkan switch over (SO) ke-5 untuk mengubah rute operasi pelayanan.

Setelah seluruh pembangunan selesai, Stasiun Manggarai akan memiliki kapasitas tampung jalur yang jauh lebih besar dengan desain bangunan bertingkat. Desain akhir stasiun ini akan memiliki total 18 jalur aktif yang terbagi menjadi dua tingkat operasional:

Baca Juga

Kuota Sertifikasi Halal Gratis BPJPH Masih Tersisa 60 Persen

Kuota Sertifikasi Halal Gratis BPJPH Masih Tersisa 60 Persen
  • Lantai dasar (at grade) akan menampung 8 jalur kereta.
  • Lantai dua (layang/elevated) akan menampung 10 jalur kereta.
  • Lantai satu akan difungsikan khusus sebagai area concourse untuk pergerakan dan pelayanan penumpang.

Untuk menunjang kenyamanan dan mobilitas penumpang di dalam stasiun, pada tahap pengembangan akhir nanti, Stasiun Manggarai juga akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang berupa 14 unit lift dan 14 unit eskalator.

Mengapa Stasiun Manggarai Dipilih Menjadi Stasiun Sentral?

Pemilihan Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral didasarkan pada posisinya yang sangat strategis dalam jaringan kereta api perkotaan. Stasiun ini berfungsi sebagai stasiun hub yang mempertemukan tujuh persimpangan jalur kereta api penting di wilayah Jabodetabek. Jalur-jalur tersebut meliputi:

  1. Jalur kereta api menuju Jatinegara
  2. Jalur kereta api menuju Jakarta Kota
  3. Jalur kereta api menuju Tanah Abang
  4. Jalur kereta api menuju Bogor
  5. Jalur menuju depo KRL Bukit Duri
  6. Jalur menuju Pusat Gudang Persediaan
  7. Jalur menuju Balai Yasa Manggarai

Tingginya volume perjalanan dan penumpang juga menjadi alasan utama pengembangan stasiun ini. Sebelum masa pandemi, Stasiun Manggarai tercatat melayani lebih dari 20.000 penumpang serta memfasilitasi 616 perjalanan KRL Commuter Line setiap harinya. Dengan peningkatan status menjadi stasiun sentral, diharapkan penumpukan penumpang dapat terurai dan konektivitas antarmoda dapat berjalan dengan lebih efisien.

Sumber: www.jawapos.com

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian Perhubungan

Berita Terbaru Lainnya

Panduan Pembuatan SIM C Baru 2026, Syarat, Estimasi Biaya, dan Aturan Verifikasi KTP-elPemprov DKI Pastikan LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai Siap Beroperasi Agustus 2026BP BUMN dan Danantara Dorong Restrukturisasi BUMN Karya, Waskita Karya Percepat TransformasiTelkomsel Hadirkan Pemanfaatan Teknologi 5G Standalone Pertama di IndonesiaResmi Beroperasi di Indonesia, Ini Cara Daftar dan Paket Layanan StarlinkKuota Sertifikasi Halal Gratis BPJPH Masih Tersisa 60 PersenPolda NTT Kirim 117 Personel BKO untuk Penanganan Darurat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-lakiKebijakan Baru TKDN, Dampak Bebas Kandungan Lokal bagi iPhone dan Google Pixel

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap