Pembangunan infrastruktur moda transportasi massal LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai kini telah mencapai progres 97,99 persen. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan proyek strategis ini siap untuk mulai beroperasi pada Agustus 2026 mendatang.
Kepastian operasional tersebut dinyatakan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setelah menjajal langsung perjalanan uji coba LRT dari Stasiun Kelapa Gading hingga Manggarai. Proyek infrastruktur ini ditargetkan untuk diresmikan dan mulai beroperasi secara penuh pada 26 Agustus 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Saat ini, fokus pekerjaan yang tersisa adalah penyelesaian sistem persinyalan di beberapa titik lintasan. Pemprov DKI Jakarta menargetkan kendala teknis persinyalan tersebut dapat diselesaikan sepenuhnya pada 20 Agustus 2026.
Indofarma Terima Pinjaman Rp 220 Miliar dari Bio Farma di Tengah Tunggakan Hak Karyawan

LRT Jakarta Fase 1B memiliki panjang lintasan 6,4 kilometer yang membentang dari Velodrome menuju Manggarai. Kehadiran fase baru ini akan meningkatkan total panjang jaringan LRT Jakarta secara signifikan, dari semula hanya 5,8 kilometer menjadi 12,2 kilometer. Secara keseluruhan, proyek dengan nilai investasi sebesar Rp12,1 triliun ini akan memiliki 11 titik pemberhentian.
Dalam rute Fase 1B ini, terdapat lima stasiun baru yang dibangun, yaitu Stasiun Rawamangun, Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan berakhir di Stasiun Manggarai. Pada tahap awal pengoperasian rute Kelapa Gading hingga Manggarai, jumlah penumpang harian diperkirakan mencapai 60.000 orang. Angka ini diproyeksikan meningkat hingga sekitar 80.000 penumpang per hari setelah kondisi operasional berjalan normal.
Pembangunan proyek ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas transportasi publik di wilayah Ibu Kota. Jika kelak rute ini tersambung hingga ke Dukuh Atas, jaringan LRT Jakarta akan menghubungkan empat wilayah kota administrasi, yakni Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat.
KCIC Ingatkan Bahaya Bermain Layang-Layang di Sekitar Jalur Kereta Cepat Whoosh

Progres pembangunan fisik proyek ini mengalami perkembangan pesat dalam setahun terakhir. Sebagai perbandingan, pada pekan kedua Juni 2024, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai baru tercatat sebesar 18,147 persen.
Bersamaan dengan upaya mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum, Pemprov DKI Jakarta juga tengah mengkaji berbagai kebijakan pendukung. Meski demikian, Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa pihaknya belum memutuskan untuk menaikkan tarif parkir di Jakarta, walaupun tarif tersebut tercatat belum pernah disesuaikan selama 14 tahun terakhir.






