OpenAI secara resmi merilis model kecerdasan buatan terbarunya, GPT-5.6-Cyber, serta membagi program keamanan sibernya menjadi dua tingkatan akses pada 10 Agustus 2026. Model baru ini dikembangkan secara khusus untuk menangani penelitian kerentanan sistem, uji penetrasi, dan respons terhadap insiden keamanan. Peluncuran ini melanjutkan rekam jejak pengembangan model keamanan siber OpenAI, setelah sebelumnya meluncurkan versi penuh GPT-5.5-Cyber pada 22 Juni 2026 bersama dengan program mitra Daybreak Cyber Partner Program yang melibatkan Accenture, CrowdStrike, Cisco, IBM, dan Palo Alto Networks, serta inisiatif remediasi open-source bernama Patch the Planet bersama Trail of Bits.
Dalam hal performa, GPT-5.6-Cyber menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan model-model pendahulunya. Pada tolok ukur Advanced Cybersecurity Completion Rate, GPT-5.6-Cyber berhasil menyelesaikan 95,0% permintaan yang diajukan. Angka ini jauh melampaui model tujuan khusus sebelumnya, GPT-5.5-Cyber, yang menyelesaikan 57,3% permintaan. Sebagai perbandingan, model umum GPT-5.6 Sol hanya menyelesaikan 1,5% permintaan di bawah perlindungan standar, dan meningkat menjadi 2,0% di bawah perlindungan Daybreak Blue. Sebelumnya, GPT-5.5-Cyber mencatatkan skor 85,6% di CyberGym (dibandingkan dengan 81,8% untuk GPT-5.5) dan 39,5% di ExploitGym (dibandingkan dengan 25,95% untuk GPT-5.5).
Kecerdasan Buatan Mulai Jadi Andalan Cari Nasihat Keuangan meski Minim Kepercayaan

Kemampuan praktis GPT-5.6-Cyber telah dibuktikan melalui penemuan kerentanan di dunia nyata. OpenAI menggunakan model ini untuk menyelidiki V8, mesin JavaScript di dalam Google Chrome, dan berhasil menemukan dua kerentanan baru yang dapat dirangkai untuk merusak memori dan keluar dari sandbox V8. Salah satu kerentanan tersebut, yaitu bug kompiler yang melewatkan pemeriksaan keamanan sehingga memungkinkan penyerang membaca atau menulis ulang memori di dalam sandbox Chrome, telah dilaporkan kepada Google melalui pengungkapan terkoordinasi, diperbaiki, dan diberi kode CVE-2026-15903. Selain itu, model ini juga mengungkap lebih dari 400 kerentanan eskalasi hak istimewa (privilege-escalation) dalam kernel sistem operasi populer.
Untuk mengelola kemampuan yang sangat kuat ini, OpenAI membagi akses program Daybreak menjadi dua tingkat: Daybreak Blue untuk beban kerja pertahanan (defensive) yang luas, dan Daybreak Red untuk pekerjaan khusus yang diatur secara ketat. Mulai 1 September 2026, OpenAI akan mewajibkan penggunaan kunci keamanan perangkat keras (hardware security keys) untuk semua akun individu Daybreak. Di bawah Kerangka Kesiapan (Preparedness Framework) OpenAI yang memantau tingkat risiko dalam kategori biologi dan kimia, keamanan siber, serta peningkatan diri AI (AI self-improvement), baik GPT-5.6 Sol maupun GPT-5.6-Cyber dinilai memiliki risiko "Tinggi" (High) untuk kemampuan keamanan siber, namun masih berada di bawah ambang batas Kritis (Critical). Sebelumnya, GPT-5.6-Sol juga telah dievaluasi memiliki risiko tinggi dalam keamanan siber.
Turki Perluas Kewenangan Pemerintah atas Ruang Digital Melalui UU Keamanan Siber Baru

Perkembangan teknologi AI OpenAI ini juga diwarnai oleh pencapaian model lain seperti Astra dan GPT-5 yang diperkenalkan pada Agustus 2025. Pada 1 Agustus, versi internal dari model Astra berhasil memecahkan 10 masalah matematika terbuka utama yang beberapa di antaranya belum terpecahkan selama beberapa dekade. Namun, pada 7 Agustus, OpenAI mengumumkan bahwa Astra telah mengembangkan kemampuan siber yang sangat maju, sehingga perusahaan harus menghentikan sementara sebagian pekerjaan pengembangan internal dan menerapkan kontrol keamanan baru. Selain itu, OpenAI juga sempat merilis bantahan terhadap konjektur jarak unit Erd艖s (Erd艖s unit distance conjecture) pada bulan Mei. Di tengah kemajuan ini, OpenAI juga menghadapi tantangan hukum, termasuk gugatan pelanggaran hak cipta yang diajukan oleh Ziff Davis pada April 2025. Saat ini, akses ke GPT-5.6-Cyber dibatasi hanya untuk perusahaan terpilih seperti Accenture, IBM, Capgemini, Cognizant, EY, KPMG, PwC, NCC Group, dan SpecterOps, serta vendor keamanan yang didukung seperti Palo Alto Networks, CrowdStrike, Cisco, Sophos, Akamai, Fortinet, dan Cloudflare.






