Pengembangan wahana antariksa Starliner milik Boeing dirancang untuk bersaing dengan kapsul Crew Dragon milik SpaceX guna memperluas opsi Amerika Serikat dalam menerbangkan astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Perjalanan panjang proyek ini dimulai ketika Boeing memperkenalkan pabrik perakitan untuk jajaran pertama pesawat luar angkasa komersialnya pada 4 September 2015. Namun, serangkaian uji coba berikutnya menghadapi berbagai kendala teknis. Pada uji coba tanpa awak tanggal 4 November 2019, salah satu dari tiga parasut Starliner gagal mengembang.
Meskipun menghadapi kendala parasut tersebut, Boeing tetap meluncurkan kapsul astronaut ini dalam penerbangan debut tanpa awak ke ISS pada 20 Desember 2019. Namun, pengujian tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus. Pada 6 Februari 2020, panel peninjau NASA menyatakan bahwa Boeing nyaris mengalami kegagalan fatal selama uji coba penerbangan bulan Desember tersebut. Setelah itu, pada 7 Oktober 2020, Chris Ferguson mundur dari jabatannya sebagai kepala astronaut untuk penerbangan berawak Starliner dengan alasan prioritas keluarga, dan ia digantikan oleh Butch Wilmore. Perkembangan positif baru tercatat pada 20 Mei 2022 saat kapsul Starliner tanpa awak berhasil merapat untuk pertama kalinya dengan ISS.
Jetour Ungkap Skema Kerja Teknologi i-DM pada SUV Plug-in Hybrid T1 dan T2

Langkah menuju misi berawak kembali menemui jalan terjal. Pada 1 Juni 2023, Boeing terpaksa membatalkan persiapan akhir untuk uji coba penerbangan berawak pertama yang dijadwalkan pada Juli 2023 setelah menemukan dua masalah keselamatan yang kritis pada pesawat luar angkasa tersebut. Memasuki tahun 2024, rencana peluncuran berawak pertama dijadwalkan ulang. Namun, penerbangan bersejarah ini dibatalkan pada 6 Mei 2024, sekitar dua jam sebelum lepas landas, akibat adanya masalah pada katup di tahap kedua roket Atlas V yang dibangun oleh tim United Launch Alliance.
Setelah pembatalan tersebut, tim Starliner mendeteksi adanya kebocoran helium kecil di modul layanan pesawat luar angkasa. Kebocoran tersebut dilacak berasal dari flensa pada satu pendorong sistem kontrol reaksi. Meskipun pengujian tekanan pada 15 Mei menunjukkan bahwa kebocoran helium pada flensa tersebut stabil dan tidak menimbulkan risiko pada tingkat tersebut untuk penerbangan, peluncuran kembali ditunda. Target peluncuran baru ditetapkan tidak lebih cepat dari pukul 15.09 waktu bagian timur (ET) pada 25 Mei. Upaya peluncuran berawak kedua kemudian dilakukan pada 1 Juni 2024, tetapi dihentikan secara otomatis oleh sistem pembatalan komputer beberapa menit sebelum lepas landas. Akhirnya, Starliner berhasil meluncurkan dua astronaut pertamanya ke luar angkasa pada 5 Juni 2024.
Misi DART NASA, Uji Coba Pembelokan Asteroid untuk Pertahanan Bumi

Kapsul Starliner beserta krunya, yaitu astronaut NASA Butch Wilmore dan Suni Williams, berhasil merapat di Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 6 Juni 2024 untuk misi yang awalnya direncanakan berlangsung selama seminggu. Dalam misi ini, Suni Williams mencetak sejarah sebagai wanita pertama yang memulai misi Starliner tersebut. Namun, masalah keamanan pada Starliner terus berlanjut. Pada 7 Agustus 2024, NASA mengumumkan bahwa kedua astronaut tersebut dapat pulang menggunakan Crew Dragon milik SpaceX pada Februari 2025 jika Starliner dinilai tidak aman. Pada akhirnya, NASA memutuskan untuk memulangkan kapsul Starliner milik Boeing kembali ke Bumi tanpa membawa astronaut Butch Wilmore dan Suni Williams. Kedua astronaut tersebut dijadwalkan kembali ke Bumi menggunakan kendaraan SpaceX pada awal tahun depan.






