apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Teknologi

Misi DART NASA, Uji Coba Pembelokan Asteroid untuk Pertahanan Bumi

Agus CahyonoDiterbitkan 10 Agu 2026 - 00.47 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Misi DART NASA, Uji Coba Pembelokan Asteroid untuk Pertahanan Bumi
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Ancaman tabrakan benda langit terhadap Bumi bukan lagi sekadar skenario film fiksi ilmiah. Sebagai langkah nyata untuk melindungi planet ini, badan antariksa dunia mulai mengembangkan teknologi pertahanan planet aktif. Salah satu metode yang dinilai paling menjanjikan saat ini adalah teknik kinetic impactor, sebuah sistem pertahanan yang dirancang untuk mengubah jalur terbang asteroid berbahaya sebelum mendekati orbit Bumi.

Teknik kinetic impactor bekerja dengan cara menabrakkan pesawat luar angkasa ke asteroid sasaran dengan kecepatan tinggi. Tujuannya bukan untuk menghancurkan asteroid tersebut menjadi kepingan kecil, melainkan memberikan dorongan kecil yang cukup untuk menggeser jalur pergerakannya secara perlahan. Guna menguji keampuhan konsep ini secara langsung, NASA meluncurkan misi Double Asteroid Redirection Test atau DART.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Uji coba nyata teknologi ini dilakukan pada September 2022. Saat itu, pesawat luar angkasa DART sengaja ditabrakkan ke Dimorphos, sebuah asteroid kecil yang mengorbit asteroid lain bernama Didymos. Hasilnya terbukti signifikan karena tabrakan tersebut berhasil memperpendek waktu yang dibutuhkan Dimorphos untuk mengorbit Didymos sekitar 33 menit. Keberhasilan ini membuktikan bahwa manusia kini memiliki kemampuan dasar untuk membelokkan arah lintasan objek luar angkasa.

Baca Juga

Kena Comeback di Anfield, Liverpool Takluk 2-3 dari AS Monaco

Kena Comeback di Anfield, Liverpool Takluk 2-3 dari AS Monaco

Setelah keberhasilan misi DART, langkah pemantauan dan analisis mendalam terus berlanjut. European Space Agency atau ESA mengembangkan misi Hera untuk melakukan survei mendetail terhadap sistem Didymos dan Dimorphos, sekaligus mempelajari dampak nyata yang ditimbulkan oleh tumbukan DART. Di sisi lain, NASA juga mengembangkan NEO Surveyor, sebuah teleskop antariksa yang dirancang khusus untuk mendeteksi serta mengkarakterisasi objek-objek dekat Bumi yang berpotensi bahaya di masa depan.

Di samping fokus pada pertahanan Bumi dari ancaman asteroid, badan antariksa global juga terus mematangkan berbagai proyek eksplorasi sistem tata surya lainnya. NASA saat ini tengah menguji kesiapan perangkat keras untuk Misi Artemis di Lunar Development and Test Facility. Selain itu, NASA sedang mengevaluasi kelayakan proyek PROMISE untuk mendukung eksplorasi Bulan, meskipun belum secara resmi menetapkannya sebagai misi Bulan. Untuk misi ke planet merah, NASA telah merilis gambar konsep seni helikopter Skyfall yang dirancang untuk menangkap sampel batuan Mars di udara. Berbagai misi ini berjalan di tengah fakta ilmiah bahwa Bulan sendiri terus bergerak menjauh dari Bumi sekitar 3,8 sentimeter per tahun akibat gaya pasang surut.

Baca Juga

PSSI Minta Publik Tidak Hujat Pemain dan Pelatih Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026

PSSI Minta Publik Tidak Hujat Pemain dan Pelatih Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026

Perkembangan ilmu pengetahuan juga terus menyingkap misteri di luar tata surya kita. Para astronom baru-baru ini berhasil mengabadikan citra Beta Pictoris d, eksoplanet paling redup yang pernah dicitrakan langsung dari Bumi menggunakan Teleskop James Webb dan VLT. Penemuan lain menunjukkan bahwa Outer Arm dan Outer Scutum-Centaurus Arm di galaksi Bima Sakti ternyata berada 10 persen lebih jauh dari perkiraan sebelumnya. Di sisi lain, fenomena alam spektakuler seperti Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027 diprediksi akan menjadi gerhana terlama di abad ke-21 dengan durasi mencapai 6 menit 23 detik. Semua perkembangan ini, mulai dari pemetaan inti dalam Bumi yang berupa lapisan padat besi dan nikel sedalam lebih dari 5.000 kilometer hingga teknologi pembelokan asteroid, menunjukkan betapa dinamisnya eksplorasi manusia terhadap alam semesta.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

eksplorasi antariksaNASA

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah RakyatProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanPemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 PohonMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian JakartaKapolri Ingatkan Ancaman Judi Online dan Penipuan Digital bagi Generasi MudaSinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan DaerahKecerdasan Buatan Mulai Jadi Andalan Cari Nasihat Keuangan meski Minim Kepercayaan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026