Penggunaan kecerdasan buatan (AI) kini mulai merambah ke sektor pengelolaan keuangan pribadi. Berdasarkan hasil survei terbaru yang digelar oleh lembaga riset Gallup bersama perusahaan jasa keuangan Edward Jones, sekitar satu dari lima warga Amerika Serikat yang mencari nasihat keuangan dalam setahun terakhir telah memanfaatkan teknologi AI. Kendati demikian, adopsi teknologi ini diiringi oleh skeptisisme yang cukup tinggi dari masyarakat pengguna.
Faktor biaya menjadi salah satu pemicu utama yang membuat kelompok usia muda lebih memilih AI dibandingkan penasihat keuangan profesional. Data survei menunjukkan sekitar seperempat dari Gen Z dan milenial yang mencari nasihat keuangan dalam setahun terakhir menggunakan bantuan AI. Angka adopsi ini jauh lebih tinggi dibandingkan Gen X yang berada di angka 16 persen, serta kelompok baby boomer yang hanya sebesar 7 persen.








