Peristiwa hukum yang melibatkan Scottie Scheffler di Valhalla Golf Club bermula pada hari Jumat, 17 Mei. Kepolisian Louisville Metro Police menangkap pegolf nomor satu dunia tersebut saat ia berusaha melewati penghentian lalu lintas untuk memasuki Valhalla Golf Club di Kentucky. Situasi di sekitar lokasi kejadian saat itu sedang sangat kacau. Sekitar pukul 5 pagi pada hari yang sama, seorang pejalan kaki yang merupakan pekerja dari salah satu vendor PGA of America tewas setelah tertabrak oleh sebuah bus jemputan di dekat lapangan golf tersebut. Penangkapan Scheffler terjadi di tengah situasi darurat ini ketika ia berupaya melewati blokade lalu lintas untuk memasuki klub.
Akibat insiden tersebut, Scheffler kini menghadapi dakwaan hukum yang cukup serius. Ia didakwa dengan pasal kejahatan berat berupa penganiayaan tingkat dua terhadap seorang petugas polisi. Tidak hanya itu, pegolf profesional ini juga menghadapi beberapa dakwaan pelanggaran ringan yang meliputi perusakan kriminal tingkat tiga, mengemudi secara ugal-ugalan, serta mengabaikan rambu-rambu lalu lintas. Petugas yang mengarahkan lalu lintas saat kejadian adalah Detektif Bryan Gillis. Menurut laporan, Detektif Gillis sempat terseret di atas tanah setelah Scheffler gagal menghentikan kendaraannya saat diarahkan oleh petugas tersebut.
PSSI Minta Publik Tidak Hujat Pemain dan Pelatih Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026

Dalam menghadapi kasus hukum ini, Scheffler didampingi oleh pengacaranya yang bernama Steven Romines. Proses hukum yang dijalani Scheffler saat ini mengalami penundaan, di mana sidang pembacaan dakwaan yang semula dijadwalkan lebih awal kini telah diundur ke tanggal 3 Juni. Di sisi lain, insiden ini juga memicu evaluasi internal di tubuh kepolisian setempat. Kepala Polisi Louisville, Jacquelyn Gwinn-Villaroel, menyatakan bahwa Detektif Gillis telah dijatuhi tindakan korektif. Tindakan disipliner ini diberikan karena Detektif Gillis melanggar kebijakan departemen mengenai seragam dan peralatan setelah ia gagal mengaktifkan kamera tubuh miliknya selama insiden berlangsung.
Setelah penangkapannya yang mengejutkan dunia olahraga tersebut, Scheffler sempat ditahan namun akhirnya dibebaskan dari tahanan pada pukul 08.40 pagi waktu setempat tanpa uang jaminan. Selama berada di dalam sel tahanan, Scheffler sempat memanfaatkan waktunya untuk melakukan latihan peregangan sebelum akhirnya diperbolehkan pergi. Penangkapan ini juga berdampak langsung pada jadwal turnamen PGA Championship. Pihak PGA of America memutuskan untuk menunda waktu mulai putaran kedua yang awalnya dijadwalkan pukul 07.15 pagi menjadi pukul 08.35 pagi. Setelah dibebaskan, Scheffler segera bergegas menuju ke lapangan golf untuk mengejar waktu tanding barunya yang dijadwalkan ulang pada pukul 10.08 pagi.
PSSI Lakukan Evaluasi Total Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026

Insiden dramatis ini terjadi di tengah momen penting dalam kehidupan pribadi Scheffler. Hanya beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada tanggal 8 Mei, ia dan istrinya, Meredith, baru saja menyambut kelahiran putra mereka yang diberi nama Bennett. Meskipun didera tekanan akibat penangkapan tersebut, pegolf yang baru saja memenangi gelar major keduanya di turnamen Masters pada bulan April lalu ini tetap berusaha tampil maksimal. Kendati demikian, performa Scheffler di lapangan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Rekor impresifnya yang mencatatkan 42 putaran berturut-turut dengan hasil par-atau-lebih-baik akhirnya terhenti pada hari Sabtu. Ia juga sempat merosot hingga menempati posisi seri ke-24 setelah putaran ketiga turnamen. Namun, pada akhirnya, Scheffler berhasil menyelesaikan turnamen PGA Championship dengan total catatan 13 di bawah par.






