Cuaca ekstrem melanda berbagai wilayah di Amerika Serikat, memicu kekacauan transportasi udara dan memutus aliran listrik bagi ratusan ribu pelanggan. Badai musim dingin yang membawa salju tebal dan angin kencang memaksa otoritas cuaca setempat mengeluarkan peringatan cuaca buruk. Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, langkah mitigasi segera diaktifkan setelah rilis resmi mengenai winter storm warning US diumumkan di beberapa negara bagian.
Penyebab utama dari kondisi ekstrem ini adalah pergerakan sistem cuaca dingin yang masif. Di wilayah selatan Amerika Serikat, badai ini mengancam akan membawa tumpukan salju setebal 15 hingga 20 sentimeter di area yang luas. Bob Oravec, seorang prakirawan cabang senior di US Weather Prediction Center, mengonfirmasi pergerakan sistem cuaca ini. Selain salju, wilayah tersebut juga diperkirakan akan disapu oleh embusan angin kencang yang kecepatannya dapat mencapai 72 kilometer per jam di beberapa titik. Sementara itu, di wilayah barat laut, National Weather Service (NWS) mengeluarkan peringatan serupa untuk wilayah barat daya Montana dan sebagian Idaho tengah karena ancaman salju basah yang tebal di jalur-jalur pegunungan.
Gelombang Panas di Korea Selatan Diprediksi Bertahan hingga Akhir Agustus 2026

Dampak langsung dari badai ini dirasakan sangat berat pada sektor transportasi udara dan infrastruktur listrik. Hingga pukul 07.00 waktu New York pada tanggal 31 Januari, jumlah pembatalan penerbangan telah mencapai 1.577 penerbangan. Bandar udara di Atlanta, Charlotte, dan Raleigh-Durham menjadi titik yang paling parah terkena dampaknya. Tidak hanya mengganggu penerbangan, badai ini juga memutus jaringan listrik. Lebih dari 185.000 rumah dan unit bisnis, terutama yang berlokasi di Louisiana, Tennessee, dan Mississippi, tidak mendapatkan aliran listrik sejak pagi hari pada tanggal 31 Januari. Di sektor pertanian, wilayah Polk County, yang pada musim sebelumnya memproduksi hampir 30 persen dari total output jeruk Florida dalam hal jumlah kotak, juga menghadapi risiko akibat perubahan cuaca ini.
Di wilayah pegunungan Idaho dan Montana, peringatan badai musim dingin ini berlaku sejak tanggal 27 Juni pukul 18.00 MDT hingga Senin, 29 Juni siang hari waktu setempat. NWS kantor Missoula meningkatkan status dari pemantauan menjadi peringatan penuh sejak Jumat pagi. Salju basah yang tebal diperkirakan akan menumpuk hingga 3 inci di dekat jalur pegunungan di barat laut Beaverhead County, Montana, dan bisa melebihi 6 inci di dataran yang lebih tinggi. Jalur transportasi darat yang krusial seperti U.S. Route 93 di Lost Trail Pass yang berada di perbatasan Idaho-Montana pada ketinggian sekitar 7.000 kaki, serta Monida Pass di Interstate 15 setinggi 6.823 kaki, menghadapi ancaman akumulasi salju. Jalur lain seperti Logan Pass di Going-to-the-Sun Road di Glacier National Park yang mencapai puncaknya pada 6.646 kaki, serta Lemhi Pass yang merupakan penyeberangan Continental Divide tanpa aspal setinggi 7.373 kaki, juga terdampak.
Pemerintah Kota New York Aktifkan Tanggap Darurat Hadapi Gelombang Panas dan Badai

Selain penumpukan salju di Chief Joseph Pass di Highway 43 dan U.S. Route 20 di Targhee Pass鈥攜ang merupakan akses utama menuju pintu masuk West Yellowstone di Yellowstone National Park鈥攁ncaman lain juga muncul. Koridor Sungai Salmon dan U.S. Route 12 di atas Lolo Pass kini menghadapi ancaman banjir akibat kenaikan aliran sungai yang sangat cepat. Di sisi lain, Brandon Buckingham, seorang meteorolog dari AccuWeather, menjelaskan dinamika cuaca ekstrem lainnya di mana kubah panas (heat dome) diperkirakan akan meluas ke 30 negara bagian AS bagian tengah dan timur pada tanggal 2-6 Juli mendatang. Langkah penanganan darurat dan pemantauan ketat terus dilakukan oleh otoritas terkait guna meminimalkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur lebih lanjut di seluruh wilayah terdampak.






