Bagaimana cara warga kota megapolitan seperti New York bertahan ketika suhu udara melonjak ekstrem hingga terasa seperti di wilayah tropis, sementara ancaman badai petir dan banjir bandang juga mengintai di saat yang bersamaan?
Langkah antisipasi cepat dari pemerintah kota serta pemanfaatan fasilitas publik menjadi kunci utama bagi warga untuk menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu ini. Kota New York saat ini sedang dikepung oleh cuaca ekstrem berupa gelombang panas yang disertai potensi badai petir hingga akhir pekan. Tingginya kelembapan udara membuat suhu yang dirasakan oleh tubuh manusia melonjak hingga menembus 37,8 derajat Celsius atau sekitar 100 derajat Fahrenheit. Di tengah sengatan panas pada Jumat (7/8/2026), para pejalan kaki di New York City terlihat berupaya keras menyejukkan diri, salah satunya dengan menggunakan kipas tangan sederhana saat beraktivitas di luar ruangan.








