apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

Gelombang Panas di Korea Selatan Diprediksi Bertahan hingga Akhir Agustus 2026

Domu TobingDiterbitkan 9 Agu 2026 - 10.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Gelombang Panas di Korea Selatan Diprediksi Bertahan hingga Akhir Agustus 2026
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Otoritas Korea Selatan mengambil langkah tegas dengan memutuskan untuk mengurangi hingga menghentikan sementara pelaksanaan sejumlah ujian mengemudi di negara tersebut. Keputusan ini diambil sebagai upaya nyata untuk menekan risiko gangguan kesehatan bagi warga akibat paparan suhu ekstrem yang saat ini tengah melanda. Krisis kesehatan yang dipicu oleh lonjakan suhu udara hingga menembus angka 37 derajat Celsius ini diperkirakan masih akan bertahan dan menyelimuti wilayah Korea Selatan hingga akhir Agustus 2026.

Dampak dari gelombang panas

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
ekstrem ini telah menimbulkan kekhawatiran besar. Berdasarkan data terkini, sedikitnya 12 orang dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 1.000 warga menderita sakit akibat
cuaca ekstrem
tersebut. Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 1.299 orang mengalami gangguan kesehatan terkait paparan panas selama periode ini. Dari total korban yang terdampak, kelompok pekerja di sektor informal yang rentan menjadi pihak yang paling mendominasi dengan persentase mencapai 59,30 persen.

Skala krisis kesehatan kali ini jauh melampaui catatan historis negara tersebut. Pada periode Agustus ini, rata-rata kasus gangguan kesehatan akibat sengatan panas yang tercatat mencapai sekitar 638 kasus. Jumlah ini melonjak hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan rata-rata kasus pada periode tahun 2011 hingga 2015, yang kala itu hanya mencatatkan rata-rata 215 kasus. Kenaikan drastis ini menunjukkan betapa parahnya paparan suhu panas yang terjadi belakangan ini.

Baca Juga

Spanyol Terapkan Pemeriksaan Acak Pelancong Italia di Tengah Perselisihan Perbatasan

Spanyol Terapkan Pemeriksaan Acak Pelancong Italia di Tengah Perselisihan Perbatasan

Menurut laporan dari Badan Meteorologi Korea (KMA) yang dilansir oleh kantor berita Yonhap pada Minggu (9/8), suhu udara pada siang hari di berbagai wilayah Korea Selatan diproyeksikan akan tetap berkisar antara 31 hingga 35 derajat Celsius. Namun, di tengah kepungan suhu panas tersebut, KMA juga memperkirakan bahwa beberapa wilayah di Korea Selatan akan mengalami hujan lebat dalam waktu dekat.

Wilayah pesisir timur dan kawasan pegunungan di Provinsi Gangwon menjadi daerah yang berpotensi menerima curah hujan paling tinggi, dengan intensitas mencapai hingga 100 milimeter. Sementara itu, wilayah ibu kota Seoul beserta beberapa kawasan di bagian tengah Korea Selatan diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas yang lebih rendah, yakni hingga 40 milimeter.

Baca Juga

Tangis Haru Orang Tua Siswa saat Kunjungan Persiapan MPLS Sekolah Rakyat di Tangerang

Tangis Haru Orang Tua Siswa saat Kunjungan Persiapan MPLS Sekolah Rakyat di Tangerang

Kondisi cuaca ekstrem di Korea Selatan ini terjadi di tengah dinamika iklim regional Asia Timur yang juga sedang bergejolak. Di Jepang, Topan Dolphin dilaporkan telah menerjang wilayah Okinawa, menyebabkan enam orang mengalami luka-luka serta memicu pemadaman listrik secara luas. Sementara itu, Tiongkok juga mulai bersiap menghadapi pendaratan badai dengan menutup pelabuhan-pelabuhan penting mereka. Secara global, siklon tropis seperti badai dan topan memang dikenal sebagai bencana alam yang sangat mematikan. Dalam kurun waktu 50 tahun, bencana jenis ini telah merenggut lebih dari 700.000 jiwa dan mengakibatkan kerugian ekonomi global hingga mencapai US$1,4 triliun atau setara dengan kurang lebih Rp25.000 triliun.

Menanggapi situasi cuaca panas dan fenomena El Nino yang melanda secara luas, Prof Tjandra Yoga Aditama turut mengingatkan masyarakat akan adanya peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Di sisi lain, meskipun dihadapkan pada tantangan iklim dan suhu ekstrem, pemerintah Korea Selatan tetap merencanakan kelanjutan proyek infrastruktur penting, termasuk melanjutkan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Seoul dengan Kota Wonsan di Korea Utara yang sempat terhenti selama 10 tahun.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

gelombang panaskesehatancuaca ekstremKorea Selatan

Berita Terbaru Lainnya

Spanyol Terapkan Pemeriksaan Acak Pelancong Italia di Tengah Perselisihan PerbatasanJadwal SEA V-Cup 2026 Putri, Indonesia vs Filipina 9 AgustusTangis Haru Orang Tua Siswa saat Kunjungan Persiapan MPLS Sekolah Rakyat di TangerangPramono Anung Pastikan Data Perpajakan Aman Pascakebakaran Gedung Bapenda DKISektor Pertanian Alor Didorong untuk Mengatasi Kemiskinan dan Tekan Harga BerasKementerian Pariwisata Dorong Pengembangan Wisata Yacht untuk Perkuat Ekosistem BahariKabar Populer Hiburan, Single Baru Syahrini hingga Alasan Sheila On 7 Jarang Tampil di PodcastMenteri PPPA Minta Polisi Usut Temuan Ratusan Senjata dan Narkotika di Sekolah Swasta Jakarta Selatan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026