Kementerian Keuangan bersiap melakukan langkah besar dengan mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia di PT Kereta Cepat Indonesia China. Keputusan pengambilalihan aset ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam melakukan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, atau yang kini populer dengan sebutan Whoosh. Seluruh proses pengalihan kepemilikan ini ditargetkan dapat diselesaikan sepenuhnya oleh pemerintah pada pertengahan September mendatang.
Dengan selesainya proses pengambilalihan ini, peta kepemilikan PT KCIC akan mengalami pergeseran posisi yang cukup signifikan. PT KCIC sendiri merupakan sebuah perusahaan patungan yang didirikan oleh konsorsium Badan Usaha Milik Negara Indonesia dan konsorsium perusahaan asal China. Pada struktur kepemilikan sebelumnya, pihak Indonesia memegang porsi saham mayoritas sebesar 60 persen melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, sementara sisa 40 persen saham dipegang oleh konsorsium China. Setelah proses pengalihan saham selesai pada September nanti, posisi kepemilikan PT KCIC tidak lagi berada di bawah kendali PT Kereta Api Indonesia, melainkan akan resmi beralih di bawah kendali langsung Kementerian Keuangan dengan porsi kepemilikan sebesar 60 persen.








