Program Energy Corner di CNBC Indonesia yang disiarkan pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026, secara khusus menayangkan laporan mendalam mengenai proses produksi pelumas Pertamina. Liputan mengenai alur pembuatan produk pelumas ini dilaporkan secara langsung oleh jurnalis CNBC Indonesia, Serliana Salsabila, bersama dengan juru kamera Yozza Faraqta. Laporan tersebut memberikan gambaran yang jelas mengenai bagaimana proses pembuatan produk pelumas dilakukan. Melalui tayangan program Energy Corner CNBC Indonesia tersebut, pemirsa dapat melihat secara langsung bagaimana proses produksi pelumas dijalankan oleh perusahaan. Laporan dari jurnalis Serliana Salsabila dan juru kamera Yozza Faraqta ini menyoroti langkah-langkah penting dalam memproduksi pelumas berkualitas tinggi.
Laporan mengenai proses produksi ini dipublikasikan di tengah langkah PT Pertamina Lubricants yang terus memperkuat bisnis pelumas mereka. PT Pertamina Lubricants berupaya keras untuk memperkokoh posisi bisnisnya di tengah persaingan pasar yang semakin ketat saat ini. Untuk menghadapi persaingan pasar yang ketat tersebut, PT Pertamina Lubricants mengandalkan penerapan teknologi modern dalam kegiatan operasionalnya. Salah satu langkah konkret yang dilakukan oleh PT Pertamina Lubricants adalah dengan memanfaatkan teknologi otomatisasi dalam proses produksinya. Penggunaan teknologi otomatisasi ini diterapkan secara langsung di salah satu fasilitas utama mereka, yaitu Production Unit Jakarta.
Kinerja Keuangan PT Vale Indonesia Tbk Tertekan Penurunan Harga Nikel

Fasilitas Production Unit Jakarta memiliki peran yang sangat strategis bagi perusahaan. Production Unit Jakarta merupakan fasilitas produksi pelumas terbesar yang dimiliki oleh Pertamina. Sebagai fasilitas produksi pelumas terbesar milik Pertamina, unit ini menjadi pilar utama dalam mendukung kelancaran rantai pasok dan pemenuhan kebutuhan pelumas. Dengan mengandalkan teknologi otomatisasi di Production Unit Jakarta, PT Pertamina Lubricants dapat mengoptimalkan proses pembuatan pelumas secara efisien dan terstandar. Penerapan teknologi otomatisasi di fasilitas terbesar ini juga menjadi bukti komitmen perusahaan dalam memperkuat bisnis pelumas di tengah persaingan pasar yang kian ketat.
Produk pelumas yang dihasilkan dari fasilitas Production Unit Jakarta tidak hanya ditujukan untuk memenuhi satu pasar saja. Pelumas yang diproduksi di fasilitas terbesar milik Pertamina ini memiliki jangkauan distribusi yang sangat luas. Produk pelumas tersebut diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik di dalam negeri. Selain memenuhi pasar domestik, pelumas hasil produksi Production Unit Jakarta juga diekspor ke berbagai wilayah internasional. Produk pelumas ini dikirim ke sejumlah negara yang tersebar di wilayah Asia, Afrika, hingga Australia. Hal ini menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan dari proses otomatisasi di Production Unit Jakarta memiliki kualitas yang diakui di pasar global.
Laporan Inflasi Bulanan Indeks Harga Konsumen BPS Tunjukkan Fluktuasi Harga Sepanjang 2026

Secara keseluruhan, laporan yang ditayangkan dalam program Energy Corner CNBC Indonesia pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026, memberikan gambaran utuh mengenai kekuatan operasional PT Pertamina Lubricants. Kolaborasi jurnalis Serliana Salsabila dan juru kamera Yozza Faraqta berhasil merekam bagaimana teknologi otomatisasi bekerja di Production Unit Jakarta. Sebagai fasilitas produksi pelumas terbesar milik Pertamina, unit ini terus menyokong bisnis perusahaan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Dengan kemampuan menghasilkan pelumas untuk pasar domestik serta ekspor ke Asia, Afrika, dan Australia, PT Pertamina Lubricants terus memperkuat posisi bisnisnya secara berkelanjutan.






