apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Business

Insentif Pajak Kendaraan Listrik, Rencana Stimulus Baru dan Evaluasi Pajak Daerah

Usat NgajiDiterbitkan 19 Agu 2026 - 12.37 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Insentif Pajak Kendaraan Listrik, Rencana Stimulus Baru dan Evaluasi Pajak Daerah
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif dengan peningkatan pangsa pasar hingga hampir 15 kali lipat dalam empat tahun terakhir. Di tengah momentum ini, pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan adanya stimulus baru untuk mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan. Kebijakan insentif pajak pembelian mobil listrik EV kemenkeu ini dirancang untuk mencakup total satu juta unit kendaraan, yang terdiri dari mobil listrik serta 500 ribu unit motor listrik.

Stimulus baru dari Kementerian Keuangan tersebut berbentuk Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) berupa Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Dalam skema yang disiapkan, terdapat dua jenis potongan yang akan diterapkan kepada konsumen. Kategori kendaraan tertentu akan mendapatkan pemotongan pajak penuh sebesar 100 persen, sedangkan jenis mobil listrik lainnya akan memperoleh potongan sebesar 40 persen.

Di sisi lain, derasnya arus stimulus ini mulai memicu kekhawatiran dari pemerintah daerah, khususnya DKI Jakarta. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Lusiana Herawati, mengungkapkan rencana Pemprov DKI untuk mengkaji ulang kebijakan insentif tersebut bersama pemerintah pusat. Jakarta saat ini menjadi pusat konsentrasi kendaraan listrik nasional, di mana 63 persen dari total mobil listrik di Indonesia beroperasi di ibu kota dengan pertumbuhan mencapai 33 persen hingga triwulan II tahun 2026.

Baca Juga

Mirae Asset Sekuritas, Pasar Domestik Berpeluang Menguat pada Semester II 2026

Mirae Asset Sekuritas, Pasar Domestik Berpeluang Menguat pada Semester II 2026

Lonjakan populasi kendaraan listrik ini berdampak signifikan pada kas daerah. Pemprov DKI Jakarta menghadapi potensi kehilangan penerimaan daerah sekitar Rp 2 triliun dari sektor pajak kendaraan. Secara lebih rinci, potensi kehilangan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mobil listrik mencapai Rp 515 miar yang mencakup 109.172 unit kendaraan. Sementara itu, kehilangan dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) diperkirakan menembus Rp 1,5 triliun dari 53.419 unit kendaraan. Terlebih lagi, data Bapenda menunjukkan bahwa 78 persen pemilik mobil listrik di Jakarta menggunakan kendaraan tersebut sebagai mobil kedua atau seterusnya, sehingga memunculkan perdebatan mengenai sasaran penerima insentif.

Pergeseran arah kebijakan insentif kendaraan listrik ini juga terjadi di pasar global, seperti di China. Pemerintah China memutuskan untuk mengakhiri berbagai insentif pajak tahunan untuk kendaraan energi baru (NEV) dan mobil hemat energi secara bertahap mulai 1 Januari 2027. Sejak awal tahun 2026, pembelian mobil listrik maupun hybrid di China tidak lagi dibebaskan sepenuhnya dari pajak pembelian, melainkan hanya mendapatkan potongan pajak sebesar 50 persen. Langkah ini akan diikuti dengan penghapusan pembebasan pajak tahunan untuk kendaraan niaga listrik berbasis baterai, PHEV, REEV, serta kendaraan hidrogen.

Baca Juga

BEI Perpanjang Suspensi Perdagangan Saham Wijaya Karya

BEI Perpanjang Suspensi Perdagangan Saham Wijaya Karya

Menurut Sekretaris Jenderal China Passenger Car Association (CPCA), Cui Dongshu, perubahan kebijakan ini akan membuat pemilik mobil plug-in hybrid (PHEV) menanggung tambahan biaya tahunan sekitar 300 hingga 400 yuan (sekitar Rp 670.000 hingga Rp 890.000). Sebagai informasi, harga rata-rata mobil penumpang PHEV dan REEV di China pada tahun 2025 berada di angka 218.000 yuan atau sekitar Rp 490 juta. Meskipun insentif tahunan dikurangi, China tetap mempertahankan program bantuan tukar tambah (trade-in) hingga 20.000 yuan untuk menjaga minat pasar. Dinamika di China dan keberatan dari Pemprov DKI Jakarta menunjukkan tantangan besar yang dihadapi dalam merumuskan kebijakan insentif yang berkelanjutan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DKI JakartaKementerian Keuanganmobil listrikPajak Kendaraan

Berita Terbaru Lainnya

KPK Panggil Empat ASN BPK Terkait Kasus Suap Bupati Muara EnimMirae Asset Sekuritas, Pasar Domestik Berpeluang Menguat pada Semester II 2026BEI Perpanjang Suspensi Perdagangan Saham Wijaya KaryaPemerintah Siapkan Insentif Menjelang Penerapan PPN 12 Persen pada 2025Sawit Bakal Masuk Bursa Mineral, Begini Respons PengusahaPertamina Dampingi Petani Boyolali Hadapi Kekeringan Lewat Desa Energi BerdikariOtorita IKN Evaluasi Pembangunan Fisik Tahap II Menuju Target 2028Eks Pelatih Pelatnas FPTI Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Lima Atlet

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

Nasional

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

13 Agu 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RINasional 路 13 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap