Desa Sobokerto yang terletak di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, kerap kali dihadapkan pada persoalan klasik sektor pertanian setiap kali musim kemarau datang. Masalah utama yang dihadapi oleh masyarakat setempat adalah keterbatasan sumber air yang sangat krusial bagi kelangsungan tanaman. Akibatnya, sebagian besar lahan pertanian di kawasan ini terpaksa dibiarkan kosong dan tidak dapat ditanami ketika curah hujan mulai menurun drastis. Kondisi menantang ini dirasakan secara langsung oleh Khairul Huda bersama para petani lainnya di desa tersebut. Mereka harus berjuang ekstra keras dalam mengelola lahan pertanian yang memiliki luas keseluruhan sekitar empat hektare.
Sebelum adanya program intervensi, lahan pertanian seluas empat hektare yang dikelola oleh Khairul Huda dan rekan-rekannya hanya bisa ditanami secara produktif pada saat musim penghujan saja. Hal ini terjadi karena wilayah pertanian mereka sama sekali tidak memiliki akses irigasi yang memadai untuk mengalirkan air dari sumber luar. Menurut penuturan dari Khairul Huda, ketika musim kemarau tiba, keterbatasan air memaksa para petani untuk hanya menanami sekitar 20 persen saja dari total luas lahan yang mereka kelola. Dampak dari keterbatasan aktivitas tanam ini sangat signifikan, di mana Khairul Huda menyatakan bahwa para petani harus mengalami kerugian ekonomi selama enam bulan berikutnya karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk bercocok tanam secara normal. Menghadapi situasi sulit yang terus berulang ini, para petani setempat akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah inisiatif dengan membentuk sebuah kelompok tani yang mereka beri nama Ngudi Makmur.
Langkah perubahan mulai terwujud ketika Pertamina turut serta memberikan perhatian terhadap kendala yang dihadapi oleh kelompok tani Ngudi Makmur. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Energi Berdikari (DEB), Pertamina memberikan berbagai bentuk dukungan serta pendampingan yang dirancang untuk mengembangkan usaha tani di Desa Sobokerto. Pendampingan intensif ini dilakukan secara konsisten guna membantu para petani keluar dari siklus kerugian musiman akibat kekeringan.
Mirae Asset Sekuritas, Pasar Domestik Berpeluang Menguat pada Semester II 2026

Secara lebih terperinci, bantuan ini disalurkan melalui unit operasi PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Adi Soemarmo. Unit ini tercatat telah mendampingi kelompok tani Ngudi Makmur secara aktif sejak akhir tahun 2024. Bantuan nyata yang diberikan oleh Pertamina untuk mengatasi masalah kekeringan ini meliputi pembangunan dua unit sumur air baru yang ditempatkan di titik strategis, serta penyediaan berbagai sarana dan prasarana pendukung kegiatan pertanian lainnya guna mengoptimalkan distribusi air ke lahan-lahan warga.
Selain pembangunan sumur fisik dan penyediaan alat pendukung, Pertamina juga membangun infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lokasi tersebut. Pembangkit listrik tenaga surya ini dibangun secara khusus untuk menyediakan sumber energi bersih dan mandiri guna mengoperasikan pompa air. Dengan adanya PLTS ini, pompa air dapat terus berfungsi menarik air dari sumur tanpa membebani petani dengan biaya bahan bakar atau listrik konvensional yang tinggi, sehingga proses pengairan lahan menjadi jauh lebih efisien dan ramah lingkungan.
BEI Perpanjang Suspensi Perdagangan Saham Wijaya Karya

Setelah berjalan selama satu tahun, program pendampingan dan pembangunan fasilitas dari Pertamina ini mulai menunjukkan hasil yang sangat nyata bagi produktivitas pertanian lokal. Pada tahun pertama pendampingan tersebut, luas lahan pertanian milik kelompok Ngudi Makmur yang dapat ditanami secara aktif selama musim kemarau dilaporkan mengalami peningkatan yang sangat pesat. Dari yang awalnya hanya mampu ditanami sebesar 20 persen dari total lahan, kini kapasitas tanam para petani meningkat hingga mencapai sekitar 60 persen di tengah kondisi kemarau. Keberhasilan ini membawa secercah harapan baru bagi para petani di Boyolali untuk terus berproduksi secara berkelanjutan tanpa harus terhenti oleh kendala cuaca ekstrem.






