apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Lingkungan

Bisakah Jakarta Bebas Polusi Udara? Studi ITB Soroti Polusi Lintas Wilayah

Domu TobingDiterbitkan 22 Agu 2026 - 02.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bisakah Jakarta Bebas Polusi Udara? Studi ITB Soroti Polusi Lintas Wilayah
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Sebesar 38,51 persen konsentrasi polutan PM2.5 di DKI Jakarta secara rata-rata berasal dari kiriman emisi wilayah penyangga di sekitarnya. Angka ini merupakan hasil temuan dari studi terbaru Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memaparkan data krusial terkait kondisi atmosfer ibu kota. Melalui data tersebut, publik kembali dihadapkan pada pertanyaan mendasar: bisakah Jakarta bebas polusi udara?

Studi dari ITB ini menunjukkan bahwa wilayah DKI Jakarta akan sangat sulit terbebas dari kepungan polusi udara, meskipun wilayah ibu kota diasumsikan tidak lagi memproduksi emisi sama sekali. Kondisi polusi yang terus membayangi Jakarta ini dipicu oleh besarnya volume polutan udara yang dikirimkan oleh daerah-daerah penyangga yang berada di sekelilingnya.

Hasil analisis tersebut ditarik dari dua studi mendalam yang dilakukan oleh ITB, yaitu "Inventarisasi Emisi Wilayah Jakarta Raya (Jabodetabek)" dan "Source Apportionment PM2.5 di Jakarta". Penelitian ini dikerjakan oleh tim peneliti dari Kelompok Keahlian Pengelolaan Udara dan Limbah Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (KK PUL-FTSL) ITB yang dipimpin oleh Puji Lestari. Dalam pelaksanaan risetnya, tim peneliti mendapat dukungan penuh dari Yayasan Visi Indonesia Raya Emisi Nol Bersih (ViriyaENB).

Baca Juga

Profil Herman Soegeng, Pendiri SEFAS Group yang Akuisisi SPBU Shell

Profil Herman Soegeng, Pendiri SEFAS Group yang Akuisisi SPBU Shell

Untuk memprediksi kontribusi polutan PM2.5 dari daerah lain, para peneliti memanfaatkan dua model dispersi pencemar udara yang canggih, yakni AERMOD dan WRF-Chem. Melalui skenario pemodelan khusus di mana emisi DKI Jakarta ditekan hingga titik nol, Jakarta terbukti masih menerima sebaran partikel pencemar PM2.5 dari wilayah aglomerasi tetangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kontribusi emisi lintas wilayah ini tercatat berada di rentang 26 hingga 54 persen terhadap total konsentrasi PM2.5 di Jakarta. Hasil studi ini dipaparkan oleh Puji Lestari kepada awak media di Jakarta Selatan pada Kamis (20/8).

Menanggapi situasi ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa berbagai upaya yang dikerahkan oleh pemerintah daerah untuk memperbaiki kualitas udara tidak akan bisa berjalan optimal jika dilakukan sendiri. Pramono menegaskan perlunya kerja sama yang kuat dengan berbagai pihak terkait. Menurutnya, masalah kualitas udara yang buruk di Jakarta tidak akan pernah selesai sepenuhnya selama industri dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara di daerah-daerah penyangga masih terus beroperasi.

Baca Juga

Manusia dan AI, Dua Kekuatan di Balik Basis Teknologi Bank Jago

Manusia dan AI, Dua Kekuatan di Balik Basis Teknologi Bank Jago

Pramono secara khusus menyinggung keberadaan PLTU Suralaya di Banten. Ia berharap adanya koordinasi dengan pemerintah pusat agar pihak-pihak yang memberikan kontribusi menyebabkan emisi yang masih tinggi tersebut bisa diatur bersama-sama.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

JakartaPramono Anungpolusi udara

Berita Terbaru Lainnya

Profil Herman Soegeng, Pendiri SEFAS Group yang Akuisisi SPBU ShellManusia dan AI, Dua Kekuatan di Balik Basis Teknologi Bank JagoKomisi I DPR Desak Pemerintah Segera Bentuk Otoritas Pelindungan Data PribadiPemerintah Targetkan 4.100 ASN Pindah ke IKN pada 2028Rupiah Menguat ke Rp17.740 per Dolar AS di Tengah Pelemahan GreenbackBSI Bersiap Kembangkan Produk ETF Emas dan Perluas Bisnis Simpanan EmasTelkom Rampingkan Anak Usaha dari 68 Menjadi 18 EntitasPerkuat Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Raih Penghargaan di Koperasi Awards 2026

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

Nasional

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

13 Agu 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RINasional 路 13 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap