SEFAS Group membentuk sebuah perusahaan patungan atau joint venture bersama dengan Citadel Pacific Limited. Langkah strategis ini diambil dengan tujuan untuk membeli seluruh bisnis jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Shell di Indonesia. Kerja sama ini menjadi sorotan utama yang mengarahkan perhatian publik pada profil para pemimpin di balik perusahaan tersebut. Melalui pembentukan joint venture dengan Citadel Pacific Limited ini, SEFAS Group memperkuat posisinya di sektor ritel bahan bakar dengan mengakuisisi seluruh jaringan SPBU Shell yang ada di Indonesia.
Di balik aksi korporasi besar ini, ada sosok Herman Soegeng yang memegang peran krusial. Herman Soegeng merupakan pendiri sekaligus komisaris dari SEFAS Group. Sebagai seorang warga negara Indonesia, Herman memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Ia menempuh dan menyelesaikan pendidikan tinggi di Oklahoma State University, Amerika Serikat (AS), dengan gelar Bachelor of Business Administration. Pendidikan bisnis yang ditempuhnya di Amerika Serikat ini turut membentuk kapasitas kepemimpinannya dalam mengelola dan mengarahkan jalannya SEFAS Group.
Manusia dan AI, Dua Kekuatan di Balik Basis Teknologi Bank Jago

Dalam sejarah pendirian perusahaan, Herman Soegeng tidak sendirian. Ia mendirikan SEFAS Group bersama dengan rekannya, Ricky Roesli, pada Oktober 1997. Sejak didirikan pada akhir tahun 1997 tersebut, keduanya terus berkolaborasi dalam mengelola perusahaan. Saat ini, kepemimpinan operasional SEFAS dipegang oleh Ricky Roesli yang menjabat sebagai direktur utama atau president director. Sementara itu, Herman Soegeng mengawasi jalannya perusahaan dengan menjabat sebagai komisaris SEFAS Group.
Sama halnya dengan Herman Soegeng, Ricky Roesli selaku rekan pendiri sekaligus direktur utama SEFAS juga menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat. Ricky Roesli menyelesaikan pendidikan tingkat sarjana di California State University, Fresno. Setelah menyelesaikan studi sarjananya, Ricky melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana dan berhasil meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari City University, Seattle pada tahun 1995. Latar belakang akademis ini memperkuat jajaran manajemen SEFAS Group dalam melakukan ekspansi bisnis.
Rupiah Menguat ke Rp17.740 per Dolar AS di Tengah Pelemahan Greenback

Kiprah Herman Soegeng tidak hanya terbatas pada sektor bisnis di SEFAS Group saja. Herman juga tercatat mengemban tanggung jawab sebagai Direktur UCB Indonesia. Selain aktif dalam dunia profesional dan korporasi, ia juga mendedikasikan waktunya untuk kegiatan keagamaan. Herman aktif melayani sebagai pendeta di Gereja IFGF Jakarta. Pelayanan spiritual sebagai pendeta di Gereja IFGF Jakarta ini telah dijalankannya secara konsisten sejak tahun 1998.






