PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) secara resmi menyatakan ketertarikan mereka untuk mengembangkan produk investasi berupa exchange-traded fund (ETF) emas. Pernyataan minat ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, saat berada di Gedung BSI Tower, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/8/2026). Langkah ini menunjukkan komitmen BSI untuk terus melakukan inovasi dalam menghadirkan alternatif investasi baru yang berbasis syariah bagi masyarakat Indonesia.
Meskipun minat untuk menggarap produk ETF emas ini sudah ada, pihak perseroan masih harus melalui sejumlah tahapan sebelum produk ini benar-benar bisa direalisasikan dan diluncurkan ke pasar. BSI saat ini masih aktif mempersiapkan berbagai aspek penting, yang meliputi kesiapan dari sisi bisnis internal maupun pemenuhan aspek regulasi yang berlaku. Anggoro Eko Cahyo mengonfirmasi bahwa proses pengembangan produk baru di industri perbankan memang memiliki karakteristik tersendiri. Menurutnya, penyiapan regulasi di sektor perbankan membutuhkan waktu yang cenderung lebih lama jika dibandingkan dengan proses yang ada di lembaga keuangan non-bank.
Telkom Rampingkan Anak Usaha dari 68 Menjadi 18 Entitas

Sembari mematangkan rencana dan regulasi terkait produk ETF emas tersebut, BSI juga sedang bersiap untuk mengembangkan bisnis simpanan emas. BSI menegaskan bahwa mereka telah mengantongi seluruh izin yang diperlukan untuk menjalankan bisnis simpanan emas ini dengan aman dan legal. Untuk mendukung keberlangsungan bisnis simpanan emas ini, BSI juga tengah aktif membangun ekosistem pasar. Pembangunan ekosistem ini bertujuan agar emas yang berhasil dihimpun dari masyarakat tidak hanya mengendap, melainkan dapat disalurkan secara produktif kepada toko-toko emas yang membutuhkan pasokan bahan baku emas.
Dalam operasional transaksi emas fisik di BSI nantinya, perseroan akan menggunakan skema gold-to-gold. Penggunaan skema gold-to-gold ini memastikan bahwa setiap transaksi yang dilakukan oleh nasabah akan didukung oleh underlying asset berupa emas fisik yang nyata dan bernilai sama. Hingga saat ini, kinerja pengelolaan emas di BSI telah mencatatkan angka yang cukup besar. Total emas kelolaan BSI tercatat telah mencapai sekitar 24 ton. Angka kelolaan yang besar ini mencakup akumulasi emas yang bersumber dari dua lini produk utama mereka, yaitu produk gadai emas serta produk tabungan emas.
BEI Cecar Toba Pulp (INRU) Soal Korupsi Pajak Rp2 T, Ini Jawabannya

Bagi BSI, pengembangan bisnis berbasis emas ini memiliki nilai strategis yang sangat penting. Perseroan tidak hanya melihat bisnis emas ini sebagai sarana untuk memperbesar skala bisnis bullion bank mereka, tetapi juga menjadikannya sebagai salah satu strategi utama untuk mengakuisisi nasabah baru. Kehadiran produk emas ini dinilai menjadi salah satu diferensiasi atau pembeda utama bagi BSI ketika menawarkan layanan perbankan syariah kepada masyarakat. Dengan menawarkan produk emas yang unik dan aman, BSI dapat memberikan pilihan produk yang membedakannya dari institusi perbankan konvensional lainnya.






