Persoalan pangan merupakan hal yang sangat krusial bagi masyarakat, terutama ketika menyangkut pemenuhan gizi melalui produk seperti beras fortifikasi. Namun, bagaimana jadinya jika produk yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan konsumen justru diterpa isu penyimpangan? Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menaruh perhatian serius terhadap dugaan penyimpangan dalam peredaran beras fortifikasi di Indonesia. Menurut YLKI, permasalahan ini bukanlah hal sepele karena menimbulkan kerugian ganda bagi masyarakat selaku konsumen, baik dari aspek kualitas produk yang diterima maupun dari sisi ekonomi.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Niti Emiliana, pada Senin (3/8/2026). Niti Emiliana menjelaskan bahwa dugaan penyimpangan dalam peredaran beras fortifikasi ini merupakan persoalan serius yang memerlukan penanganan segera. Dampak dari penyimpangan tersebut secara nyata merugikan konsumen secara ganda. Konsumen tidak hanya dirugikan karena tidak mendapatkan manfaat gizi yang semestinya, tetapi juga harus menanggung konsekuensi finansial yang tidak adil akibat praktik yang tidak bertanggung jawab ini.








