Whitesky Group Rintis Ekosistem Taksi Terbang eVTOL di Indonesia

Agus CahyonoPublished 27 Jul 2026 - 08.420 Reads
Bagikan WhatsAppX
Whitesky Group Rintis Ekosistem Taksi Terbang eVTOL di Indonesia
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Indonesia sedang bersiap menyambut era baru transportasi udara perkotaan yang ramah lingkungan. Langkah konkret ini ditandai dengan kesepakatan strategis antara Whitesky Group dan produsen asal China, Shanghai Volant Aerotech Co., Ltd. Dalam forum ekonomi wilayah udara rendah di Shanghai pada 22 Juli 2026, Whitesky menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk mendatangkan 60 unit pesawat lepas landas dan mendarat vertikal listrik (eVTOL). Kerja sama ini menandai transisi besar Whitesky dari penyedia jasa helikopter konvensional menuju pionir mobilitas udara tingkat lanjut (Advanced Air Mobility) di tanah air.

Namun, mendatangkan armada canggih ini barulah langkah awal dari sebuah cetak biru yang jauh lebih besar. CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah merintis jalur implementasi yang komprehensif. Menghadirkan teknologi baru di ruang udara Indonesia membutuhkan kesiapan matang yang mencakup aspek keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi penerbangan, serta kelayakan bisnis secara komersial. Rencana akuisisi 60 unit eVTOL tersebut akan direalisasikan secara bertahap, menyelaraskan proses sertifikasi pesawat dengan kesiapan infrastruktur di lapangan.

Also Read

Indonesia Optimistis Pertahankan Posisi Emerging Market Lewat Reformasi Bursa

Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau menjadi alasan kuat mengapa teknologi eVTOL sangat dibutuhkan. Whitesky memproyeksikan penggunaan armada ini untuk berbagai sektor krusial. Selain menyediakan konektivitas perkotaan dan akses cepat dari dan menuju bandara, teknologi ini akan dikerahkan untuk mendukung sektor pariwisata, area pertambangan, perkebunan, hilirisasi industri, hingga transportasi antarpulau jarak pendek. Pasar potensial teknologi ini diyakini tidak hanya menumpuk di kota-kota besar, melainkan tersebar di berbagai kawasan industri dan destinasi wisata terpencil yang membutuhkan fleksibilitas tinggi.

Dalam upaya mewujudkan ekosistem baru ini, Whitesky tidak memulainya dari nol. Pengalaman panjang mereka dalam mengoperasikan helikopter dan membangun jaringan heliport menjadi modal penting. Pengalaman operasional tersebut menempatkan Whitesky pada posisi strategis, tidak sekadar bertindak sebagai pembeli unit pesawat, melainkan sebagai operator lokal, pengembang infrastruktur vertiport, serta perancang model bisnis yang memahami karakteristik pasar Indonesia. Kerja sama dengan Volant juga akan mencakup pelatihan pilot dan teknisi, pemeliharaan armada, hingga penyusunan skema pembiayaan yang berkelanjutan.

Also Read

Kolaborasi Warga Karawang dan BRI Tanam Puluhan Ribu Mangrove demi Cegah Abrasi

Keseriusan Indonesia dalam mengadopsi teknologi masa depan ini juga disuarakan Denon saat menjadi pembicara dalam seminar internasional di Shanghai. Dalam paparannya mengenai strategi implementasi eVTOL, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjembatani regulasi dan pembiayaan dengan kesiapan teknis. Melalui kolaborasi ini, Whitesky berambisi menjadikan Indonesia bukan sekadar pasar konsumtif bagi produsen global, melainkan pusat implementasi teknologi udara modern yang mampu menghubungkan kebutuhan konektivitas negara kepulauan dengan inovasi manufaktur dunia.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca