Warga Sentani Barat Serbu Layanan Cek Kesehatan Gratis, Ibu Hamil Dapat Perhatian Khusus

Domu TobingPublished 26 Jul 2026 - 09.000 Reads
Bagikan WhatsAppX
Warga Sentani Barat Serbu Layanan Cek Kesehatan Gratis, Ibu Hamil Dapat Perhatian Khusus
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Pagi itu, sebuah sudut di Distrik Sentani Barat berubah menjadi ruang pemeriksaan dadakan yang dikunjungi sekitar 150 warga. Mereka datang bukan karena sakit parah yang mendesak, melainkan karena rasa ingin tahu dan kesadaran baru: memeriksakan diri sebelum penyakit merunduk. Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Jayapura bersama Dinas Kesehatan setempat sengaja membuka layanan di tengah permukiman agar jarak dan biaya tidak lagi menjadi alasan untuk abai terhadap sinyal tubuh.

Kehadiran warga yang terus mengalir sejak pagi menjadi pemandangan yang meneguhkan. Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura, Dewi Sartika Wonda, melihat antusiasme itu bukan sekadar angka kehadiran. Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa kegiatan ini digelar sebagai jembatan: mendekatkan layanan dasar dan menanamkan kebiasaan memantau kesehatan secara berkala. Pemeriksaan tidak dijalankan dalam suasana klinis yang kaku, melainkan diwarnai dialog ringan yang pelan-pelan meruntuhkan keraguan warga terhadap pentingnya cek tekanan darah, gula, atau status gizi.

Dari semua titik yang disasar, sorot paling tajam diarahkan kepada ibu hamil. Mereka tidak hanya diperiksa kondisinya, tetapi juga dipetakan satu per satu. Tim mencatat siapa saja yang kekurangan asupan gizi, siapa yang hemoglobinnya di bawah ambang, dan siapa yang belum memiliki akses ke pendamping persalinan. Pendekatan intervensi langsung ini menjadi inti kegiatan, karena kehamilan bukan cuma fase biologis, melainkan juga ketahanan sebuah keluarga kecil yang sedang tumbuh.

Also Read

Mengapa Olahraga Ringan Menjadi Standar Baru Kebugaran Anak Muda

Setelah pemetaan, bantuan diberikan dalam rupa perlengkapan yang mungkin terlihat sederhana namun krusial: pakaian bayi, peralatan kebutuhan bayi, makanan bernutrisi, hingga vitamin penambah darah. Dewi berharap, dengan bekal tersebut, setiap ibu hamil yang telah teridentifikasi dapat menjalani pendampingan yang lebih terarah dan akhirnya menghadapi persalinan dengan kesiapan fisik yang lebih baik. Bantuan itu bukan sekadar paket barang, melainkan pesan bahwa di balik setiap detak jantung janin, hadir perhatian yang mencoba mengejar ketimpangan layanan.

Kepala Distrik Sentani Barat, Jawa Paula Yaboisembut, menyambut kolaborasi ini sebagai langkah yang tepat sasaran. Ia menilai kehadiran TP-PKK dan Dinas Kesehatan tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga memperkuat simpul-simpul kepedulian yang selama ini renggang. Apresiasi itu lahir dari kenyataan bahwa ibu hamil di pelosok kerap berjuang sendiri: minim informasi, minim pendamping, dan kadang menyerah pada kebiasaan yang belum tentu sehat. Kini, ketika dua institusi turun beriringan, warga merasa ada yang memikirkan nasib mereka.

Also Read

Kantor Bupati Malinau Disulap Jadi Panggung Keceriaan Seribu Anak dari 44 Gereja

Layanan yang cuma sehari itu meninggalkan residu penting: kesadaran bahwa kesehatan tak boleh ditunda hingga alarm berbunyi keras. Di balik angka 150 jiwa, tersimpan cerita tentang warga yang untuk pertama kalinya tahu kadar gulanya, tentang ibu muda yang baru menyadari anemia, dan tentang sebuah distrik yang membuktikan bahwa pelayanan yang dijemput ke depan pintu lebih mudah diterima daripada imbauan dari kejauhan. Pekan itu, Sentani Barat sedang belajar bahwa sehat adalah hak yang bisa ditagih dan dijaga bersama.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca