apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Wall Street Melemah Usai The Fed Memutuskan untuk Menahan Suku Bunga Acuan

Agus CahyonoDiterbitkan 30 Jul 2026 - 07.21 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Wall Street Melemah Usai The Fed Memutuskan untuk Menahan Suku Bunga Acuan
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Pasar saham Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Wall Street, ditutup melemah pada perdagangan hari Rabu (29/7) akibat kekhawatiran inflasi yang membayangi para pelaku pasar. Penurunan ini terjadi setelah bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan agar tetap stabil. Keputusan untuk menahan suku bunga tersebut diambil meskipun pasar saat ini tengah menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak dunia.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Pelemahan ini berdampak langsung pada indeks-indeks utama di bursa Wall Street. Hingga pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 mencatatkan penurunan sebesar 1,5 persen. Sementara itu, indeks teknologi Nasdaq 100 merosot lebih dalam hingga 2,1 persen, dan indeks Dow Jones Industrial Average melemah sebesar 2,2 persen. Sentimen negatif di bursa Amerika Serikat ini juga menjalar ke pasar global, yang terlihat dari indeks dunia MSCI World Index yang mengalami penurunan sebesar 1 persen.

Selain menekan pasar saham, kekhawatiran terhadap inflasi ini turut memicu lonjakan pada imbal hasil obligasi jangka panjang ke level tertinggi dalam hampir dua dekade terakhir. Salah satu indikator pasar obligasi yang paling diperhatikan, yaitu imbal hasil obligasi Treasury Amerika Serikat bertenor 30 tahun, bahkan melonjak hingga mencapai level tertingginya sejak tahun 2007.

Baca Juga

Saham Meta Anjlok 11 Persen akibat Pembengkakan Belanja AI dan Penurunan Laba

Saham Meta Anjlok 11 Persen akibat Pembengkakan Belanja AI dan Penurunan Laba

Merespons perkembangan tersebut, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa keputusan para pembuat kebijakan untuk membiarkan suku bunga tetap stabil bukanlah tanda kelambanan atau inersia dari pihak bank sentral. Warsh kembali menegaskan komitmen penuh bank sentral untuk mengatasi berbagai tekanan harga yang ada demi menjaga stabilitas. Menurut pandangannya, keputusan ini justru memberikan keleluasaan bagi pasar untuk memetakan arah pergerakan mereka secara lebih mandiri dengan mengacu pada sinyal-sinyal perkembangan ekonomi yang muncul.

Namun, langkah The Fed yang tidak memberikan panduan jelas ini menuai kritik dari pelaku pasar. Analis dari Apollo Global Management, Torsten Slok, menyatakan bahwa pengabaian panduan oleh bank sentral telah memicu volatilitas bersejarah di pasar obligasi. Slok menggambarkan fluktuasi tersebut dengan menyebut imbal hasil obligasi Treasury bergerak naik dan turun secara ekstrem layaknya permainan yo-yo, yang mencerminkan ketidakpastian tinggi di kalangan investor.

Baca Juga

Petani Rakyat Kuasai 41 Persen Lahan Sawit Nasional, BPDP Tekankan Peran Strategis

Petani Rakyat Kuasai 41 Persen Lahan Sawit Nasional, BPDP Tekankan Peran Strategis

Di sisi lain, Tiffany Wilding dari Pacific Investment Management Co menilai konferensi pers yang disampaikan oleh Warsh mempertegas fokus utama bank sentral saat ini. Menurut Wilding, pernyataan tersebut sangat menekankan komitmen The Fed terhadap stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi yang dinilai tetap tangguh, serta penanganan inflasi yang masih bertahan di atas target. Meski begitu, Wilding menggarisbawahi bahwa Warsh tidak memberikan indikasi atau sinyal apa pun mengenai kemungkinan adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat pada bulan September mendatang.

Melengkapi analisis tersebut, Josh Jamner dari ClearBridge Investments mengamati bahwa penjelasan Warsh menyiratkan adanya perdebatan internal mengenai efektivitas perubahan suku bunga dalam menghadapi guncangan ekonomi. Selain itu, diperdebatkan pula seberapa jauh guncangan ekonomi tersebut akan diterjemahkan menjadi tekanan inflasi dalam jangka menengah. Menurut Jamner, penjelasan Warsh ini memberikan petunjuk berharga mengenai arah pemikiran terkini dari pihak bank sentral dalam merespons tantangan-tantangan ekonomi tersebut.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Wall StreetInflasiThe Fedpasar sahamsuku bungaObligasi

Berita Terbaru Lainnya

29 Anak Korban Pencabulan Guru Les di Tangerang Jalani Pemulihan PsikologisPolisi Tangkap Tiga Pelaku Pencurian Pecah Kaca Rp1,2 Miliar di KalideresTiga Anggota DPRD TTU yang Dinonaktifkan dalam Kasus Dokter Icha Tetap Terima Hak KeuanganLurah Paya Pasir Medan Minta Maaf Setelah Video Ejek Keluhan Warga ViralFakta-Fakta OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro oleh KPKMeski Tumbang dari Persebaya, Pelatih PSMS Puas Lihat Kemajuan TimSaham Meta Anjlok 11 Persen akibat Pembengkakan Belanja AI dan Penurunan LabaRoberto Mancini Kembali Tukangi Timnas Italia dan Bertekad Rebut Hati Suporter

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap