apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Wall Street Ditutup Beragam Menjelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Togar PanjaitanDiterbitkan 29 Jul 2026 - 07.38 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Wall Street Ditutup Beragam Menjelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Pasar saham di Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Wall Street, mencatatkan hasil penutupan yang bervariasi pada sesi perdagangan hari Selasa (28/7) waktu setempat. Pergerakan indeks yang beragam ini terjadi di tengah sikap hati-hati para pelaku pasar yang sedang mengantisipasi keputusan suku bunga acuan dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
, yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu (29/7). Selain keputusan suku bunga, para investor juga menantikan laporan pendapatan dari sejumlah perusahaan raksasa global.

Dalam rincian pergerakan indeks saham utama, Dow Jones Industrial Average mencatatkan kenaikan sebesar 1,03 persen untuk berakhir di level 52.747,53. Penguatan ini juga diikuti oleh indeks S&P 500 yang mengalami apresiasi tipis sebesar 0,22 persen hingga ditutup pada posisi 7.429,22. Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite justru mengalami pelemahan dengan turun sebesar 0,22 persen ke level 24.876,91 pada akhir perdagangan.

Performa Wall Street yang variatif ini sangat dipengaruhi oleh dinamika saham sektoral. Keuntungan yang dibukukan oleh saham Boeing dan Coca-Cola berhasil memberikan dorongan positif, sehingga mampu mengimbangi penurunan yang terjadi pada saham-saham sektor cip. Di sisi lain, sentimen pasar juga masih terpengaruh oleh kinerja keuangan pada pekan sebelumnya. Laporan arus kas negatif dari Alphabet dan Tesla pada minggu lalu sempat memicu kekhawatiran para investor. Hal ini membuat pasar bersikap lebih waspada dalam mengamati kinerja anggota kelompok saham "Magnificent Seven" lainnya, yang meliputi Microsoft, Amazon.com, Meta, dan Apple.

Baca Juga

Diler Belum Banyak, Bisakah Pemilik Mobil Lepas Servis di Bengkel Chery Group?

Diler Belum Banyak, Bisakah Pemilik Mobil Lepas Servis di Bengkel Chery Group?

Kelesuan pasar tidak hanya terjadi di bursa domestik Amerika Serikat, melainkan juga merembet ke pasar global. Indeks harga dunia MSCI untuk semua negara (MSCI All Country World Index) terpantau mengalami penurunan sebesar 0,33 persen ke posisi 1.104. Sebelum ditutup di level tersebut, indeks global ini bahkan sempat merosot hingga menyentuh angka 1.098, yang merupakan level terendah sejak tanggal 26 Juni lalu.

Kondisi yang jauh lebih berat dialami oleh pasar saham di kawasan Asia, khususnya di Korea Selatan. Indeks KOSPI dilaporkan jatuh lebih dari 10 persen pada perdagangan hari Selasa, membawa indeks tersebut ke level terendah dalam waktu tiga bulan terakhir. Kejatuhan indeks KOSPI kali ini tercatat sangat signifikan karena melampaui besaran penurunan yang pernah dialami bursa Korea Selatan saat krisis keuangan Asia melanda pada tahun 1997.

Baca Juga

Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan Semikonduktor

Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan Semikonduktor

Selain dipicu oleh ketidakpastian makroekonomi, kekhawatiran pelaku pasar juga bersumber dari perkembangan persaingan di industri teknologi. Muncul laporan yang mengindikasikan bahwa Cina telah memulai produksi mesin litografi ultraviolet dalam (DUV) yang dikembangkan secara mandiri di dalam negeri. Sentimen persaingan ini kian memanas setelah produsen cip asal Cina, CXMT, mencatatkan debut perdana yang sangat kuat di pasar saham pada hari Senin. Keberhasilan debut CXMT tersebut memicu kekhawatiran mengenai meningkatnya kompetisi di pasar industri cip memori global. Perkembangan pasar yang dinamis ini terus dipantau secara ketat oleh para analis keuangan global, termasuk Dorian Carrell yang menjabat sebagai kepala pendapatan multi-aset di Schroders.

Dengan berbagai sentimen yang saling tumpang tindih ini, pergerakan Wall Street ke depan diproyeksikan akan sangat bergantung pada hasil rapat The Fed pada hari Rabu serta laporan keuangan korporasi mendatang. Para pelaku pasar global saat ini cenderung menahan diri untuk melihat arah kebijakan moneter yang akan diambil oleh bank sentral AS tersebut.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Wall StreetsahamThe Fedsuku bungapasar keuangan

Berita Terbaru Lainnya

Diler Belum Banyak, Bisakah Pemilik Mobil Lepas Servis di Bengkel Chery Group?Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan SemikonduktorKekeringan di Gunungkidul, Warga Dusun Kemesu Terpaksa Jual Ternak demi Beli Air BersihMilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 Diacungi Jempol, Fasilitas Supersoccer Arena Kudus Berstandar InternasionalIHSG Diproyeksi Melemah, Pasar Masih Menanti Kepastian Gubernur Bank Indonesia DefinitifMenakar Peran Danantara di KSSK, Ikut Rapat Koordinasi, tetapi Tanpa Hak SuaraMengapa Pemerintah Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik? Ini PenjelasannyaGubernur BI Mundur, Purbaya Jamin Kebijakan KSSK Tetap Solid dan Ramah Pasar

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap