apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Ekonomi

Wall Street Bergerak Variatif Menanti Laporan Keuangan Raksasa Teknologi dan Keputusan The Fed

Usat NgajiDiterbitkan 28 Jul 2026 - 08.20 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Wall Street Bergerak Variatif Menanti Laporan Keuangan Raksasa Teknologi dan Keputusan The Fed
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Lantai bursa Wall Street diselimuti atmosfer penuh kehati-hatian pada penutupan perdagangan hari Senin (27/7). Para pelaku pasar tampak menahan diri sembari mengarahkan fokus mereka pada rilis laporan keuangan kuartalan dari raksasa teknologi yang dijadwalkan meluncur pekan ini. Ketegangan ini tecermin dari pergerakan indeks saham utama Amerika Serikat yang berakhir bervariasi, di mana investor juga terus mencermati arah kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve, yang akan segera diumumkan.

Dalam sesi perdagangan tersebut, Indeks Dow Jones Industrial Average memimpin penguatan dengan kenaikan 0,51 persen ke posisi 52.210,08 poin. Sebaliknya, indeks Nasdaq yang sarat dengan saham teknologi tergelincir 0,18 persen ke level 24.932,08 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 bergerak fluktuatif namun berhasil parkir di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,02 persen di level 7.413,18 poin. Penopang utama S&P 500 kali ini datang dari sektor ritel dan kesehatan, dengan saham Walmart melonjak 2,1 persen, diikuti Microsoft yang menguat 1,9 persen, dan Johnson & Johnson yang naik 1 persen. Pergerakan ini mengindikasikan adanya rotasi portofolio oleh para manajer investasi.

Kepala riset pasar modal dan konstruksi portofolio di U.S. Bank Asset Management Group, Bill Merz, menilai bahwa dinamika pasar saat ini merupakan kelanjutan dari rotasi yang tengah berlangsung. Merz menambahkan bahwa sebagian respons pasar kemungkinan besar dipicu oleh kecurigaan yang mulai tumbuh di kalangan investor mengenai potensi kenaikan suku bunga acuan. The Fed sendiri dijadwalkan mengumumkan kebijakan terbarunya pada Rabu (29/7). Berdasarkan data CME FedWatch Tool, mayoritas pelaku pasar atau sekitar 62 persen memproyeksikan suku bunga akan dipertahankan, sementara 38 persen lainnya mengantisipasi kenaikan sebesar 25 basis poin.

Baca Juga

BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Kecemasan pasar bukan tanpa alasan. Pekan lalu, laporan keuangan dari Tesla dan Alphabet yang menunjukkan pembengkakan biaya investasi untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) sempat mengguncang kepercayaan investor. Pekan ini, ujian sesungguhnya bagi sektor teknologi akan kembali hadir saat Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple bersiap merilis kinerja keuangan kuartalan mereka. Hasil dari laporan-laporan ini diyakini akan menjadi penentu arah pergerakan pasar saham dalam jangka pendek.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik yang mereda memberikan kejutan di pasar komoditas. Harga minyak mentah Brent anjlok hingga 8 persen ke kisaran USD 89 per barel setelah Amerika Serikat secara mendadak menghentikan operasi serangan udara terhadap Iran yang sebelumnya berlangsung selama dua pekan. Penurunan harga minyak ini langsung menekan saham-saham sektor energi. Saham Occidental Petroleum merosot tajam 4,1 persen, sementara raksasa minyak Exxon Mobil ditutup melemah 1,4 persen.

Baca Juga

Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Meskipun terjadi fluktuasi di berbagai sektor, valuasi pasar secara umum masih dinilai wajar. Indeks S&P 500 saat ini diperdagangkan sekitar 20 kali dari proyeksi laba bersih perusahaan, angka yang sejalan dengan rata-rata historis selama sepuluh tahun terakhir. Secara keseluruhan, jumlah saham yang menguat mendominasi dengan rasio 1,9 banding 1 terhadap saham yang melemah. Kendati demikian, volume perdagangan di bursa AS tergolong sepi dengan hanya 15,8 miliar saham yang berpindah tangan, berada di bawah rata-rata 20 sesi sebelumnya yang mencapai 18,2 miliar saham. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar investor memilih untuk bersikap wait and see sebelum mengambil keputusan besar.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Wall StreetSaham Teknologisuku bungaLaporan KeuanganFederal Reserve

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap