Bagaimana sebuah perusahaan asuransi dalam negeri mampu mengawal proyek energi lepas pantai dengan nilai investasi yang fantastis? Pertanyaan ini terjawab seiring langkah PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), atau Tugu Insurance, yang resmi memimpin konsorsium asuransi untuk proyek gas raksasa Lapangan Abadi Blok Masela. Keterlibatan emiten anak usaha Pertamina ini menjadi tonggak penting dalam industri proteksi aset energi nasional, mengingat skala proyek yang tergolong salah satu yang terbesar di dunia.
Nilai investasi untuk pengembangan Blok Masela ditaksir mencapai US$20,9 miliar atau setara dengan Rp355 triliun, dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS. Besarnya nilai proyek ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi industri asuransi. Sebagai perbandingan, kapasitas pasar asuransi offshore global saat ini hanya berkisar antara US$5 miliar hingga US$6 miliar, atau sekitar Rp85 triliun hingga Rp102 triliun. Kesenjangan yang lebar antara nilai investasi proyek dan kapasitas pasar global menuntut pengelolaan risiko yang sangat cermat dari konsorsium yang dipimpin oleh Tugu Insurance demi memastikan seluruh aspek operasional terlindungi dengan memadai.








