Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi mengalami penguatan pada perdagangan hari ini. Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan bahwa mata uang rupiah memiliki peluang dan potensi untuk bergerak menguat. Potensi penguatan nilai tukar rupiah ini berkaitan erat dengan keputusan dari pihak Amerika Serikat yang membatalkan rencana serangan militer mereka terhadap Iran. Kabar mengenai pembatalan serangan ini memberikan sentimen yang cukup positif bagi pergerakan mata uang rupiah di pasar keuangan.
Menurut analisis yang dilakukan oleh Lukman Leong dari Doo Financial Futures, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan berkisar pada rentang Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS. Rentang estimasi ini menunjukkan adanya peluang penguatan bagi rupiah, terutama karena meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah. Pembatalan serangan oleh pihak Amerika Serikat menjadi pemicu utama yang mendorong potensi apresiasi nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan resmi pada hari Minggu pagi, tanggal 2 Agustus 2026. Dalam pernyataan tersebut, Donald Trump menyampaikan bahwa dirinya telah memutuskan untuk membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran. Keputusan pembatalan serangan ini diambil menyusul adanya permohonan langsung dari pemerintah di Teheran serta desakan dari negara-negara tetangganya di kawasan Timur Tengah. Pihak-pihak tersebut meminta waktu luang untuk menyelesaikan kerangka kesepakatan damai secara diplomatis.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Melalui unggahan di platform media sosial miliknya yang bernama Truth Social, Donald Trump mengklaim bahwa seluruh pihak terkait pada dasarnya telah menyetujui batas-batas dari potensi kesepakatan yang sedang dirancang. Potensi kesepakatan damai tersebut mencakup beberapa poin penting bagi stabilitas keamanan dan ekonomi global. Salah satu poin utamanya adalah pembukaan kembali Selat Hormuz secara segera, penuh, dan total. Selain itu, poin krusial lainnya dalam draf kesepakatan tersebut adalah diakhirinya ancaman nuklir dari Iran secara menyeluruh.
Donald Trump menjelaskan lebih lanjut bahwa dirinya setuju untuk membatalkan rencana serangan militer tersebut demi kepentingan masa depan dunia serta demi kelangsungan hidup negara Iran agar dapat menjadi negara yang sukses dan makmur. Namun, Trump juga memberikan penekanan yang tegas bahwa keputusan pembatalan serangan ini sepenuhnya bergantung pada kemampuan serta komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk segera mencapai kesepakatan damai tersebut tanpa penundaan.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Meskipun terdapat sentimen positif dari meredanya ketegangan geopolitik global akibat pembatalan rencana serangan ke Iran, pergerakan nilai tukar rupiah juga akan dipengaruhi oleh rilis data ekonomi dari dalam negeri. Data neraca perdagangan domestik Indonesia diperkirakan akan kembali mencatatkan hasil yang kurang menggembirakan. Neraca perdagangan dalam negeri tersebut diperkirakan akan kembali mengalami defisit sebesar 0,79 miliar dolar AS, yang dapat memengaruhi laju penguatan rupiah.
Selain data neraca perdagangan domestik, kondisi inflasi di dalam negeri juga menjadi salah satu indikator penting yang dipantau oleh para pelaku pasar. Inflasi bulanan atau Month on Month (MoM) diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 0,1 persen. Di sisi lain, terdapat perkembangan yang cukup baik di mana inflasi tahunan atau Year on Year (YoY) diperkirakan akan mengalami penurunan ke angka 3,2 persen. Perkembangan indikator inflasi dan neraca perdagangan domestik ini akan saling berinteraksi dengan sentimen geopolitik global dalam memengaruhi pergerakan rupiah hari ini.






