Peta persaingan bisnis retail bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menunjukkan dinamika baru menjelang akhir Juli 2026. Seluruh operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), mulai dari pelat merah hingga swasta, terpantau kompak melakukan penyesuaian tarif untuk sejumlah produk nonsubsidi mereka. Langkah evaluasi harga yang sebenarnya telah diinisiasi sejak awal bulan ini kini menjadi acuan resmi yang berlaku bagi para pengendara di berbagai wilayah tanah air.
Satu hal yang paling mencolok dari pergeseran banderol kali ini adalah pemangkasan signifikan pada rumpun bahan bakar diesel berkualitas tinggi. Para pemilik kendaraan bermesin diesel modern tampaknya bisa sedikit bernapas lega. Di SPBU Pertamina wilayah Jabodetabek, misalnya, harga Pertamax Dex merosot tajam sebesar Rp3.650 per liter, dari yang sebelumnya menembus Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter. Tren penurunan ini juga diikuti oleh Dexlite yang kini dilepas di angka Rp19.700 per liter, menyusut Rp3.300 dari harga sebelumnya yang bertengger di angka Rp23.000 per liter.








