Bagaimana menyulap kawasan pedesaan yang sepi dan dipenuhi bangunan tua menjadi destinasi wisata premium yang menghasilkan keuntungan ekonomi besar? Pertanyaan ini sering kali menjadi tantangan bagi banyak negara berkembang yang ingin memajukan wilayah pinggirannya tanpa menggusur kearifan lokal. Jawabannya dapat ditemukan di Provinsi Guangdong, China, di mana integrasi antara pelestarian desa kuno dan industri pariwisata modern terbukti mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menjanjikan.
Melalui pendekatan penataan kawasan, sebuah proyek pariwisata bernama Sanhe Daoli Hot Spring Resort berhasil mengubah wajah Desa Sanhe yang terletak di Kota Sankeng, Distrik Qingxin. Kawasan resort pemandian air panas terpadu ini sekarang berdiri megah di atas lahan seluas 130 hektare. Proyek ini tidak dibangun dengan meruntuhkan seluruh wilayah, melainkan memanfaatkan aset lokal yang sudah ada. Sebanyak 30 rumah pertanian tua, lahan kosong seluas 30 hektare, lahan pertanian seluas 70 hektare, serta area tambak ikan disulap menjadi fasilitas peristirahatan kelas atas dengan melibatkan investasi dari Qingyuan Daoli Hotel Management Co., Ltd.








