Sebuah perselisihan sepele di lapak kuliner dini hari berujung pada hilangnya nyawa seorang prajurit TNI di Kabupaten Tangerang. Prada Arif Budiman Sampurna, anggota Kodam XVII/Cenderawasih yang tengah diperbantukan di Kantor Perwakilan Jakarta, tewas setelah dikeroyok dan ditikam secara brutal. Ironisnya, pertikaian maut yang terjadi pada Minggu pagi, 19 Juli 2026 sekitar pukul 05.45 WIB tersebut dipicu hanya karena perebutan antrean pesanan sate taichan di area parkir.
Insiden bermula ketika kelompok pelaku memesan empat porsi sate taichan, namun korban meyakini bahwa pesanan yang disajikan adalah miliknya. Kesalahpahaman verbal ini dengan cepat memanas menjadi adu mulut, sebelum akhirnya berubah menjadi aksi kekerasan fisik secara sepihak. Meski korban sempat berusaha melarikan diri dari kepungan, para pelaku terus mengejarnya hingga ke Jalan Raya Permata Hijau Golf, Kelapa Dua. Di lokasi itulah korban dikeroyok dan ditikam sebanyak sepuluh kali hingga meninggal dunia di tempat kejadian.








