apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Lingkungan

TPS Liar Pasar Minggu Menjerat Warganya Sendiri

Usat NgajiDiterbitkan 26 Jul 2026 - 07.10 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
TPS Liar Pasar Minggu Menjerat Warganya Sendiri
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Aroma menyengat langsung menyambut siapa pun yang melintas di jalan arteri Tanjung Barat, tepat di titik sekitar 30 hingga 50 meter dari permukiman padat RT 02 RW 008. Pemandangan sehari-hari di sana bukanlah deretan kendaraan yang rapi, melainkan gundukan sampah yang merayap keluar dari area pembuangan, mempersempit badan jalan dan menebarkan bau busuk yang menusuk. Meski mesin-mesin berat dan armada pengangkut rutin beroperasi setiap pagi, tumpukan itu seolah memiliki nyawa sendiri, kembali membukit begitu sore menjelang.

Ketua RT setempat, Titin, menggambarkan situasi ini sebagai lingkaran setan yang tak berujung. Tempat pembuangan sampah (TPS) itu sejatinya dirancang khusus untuk melayani kebutuhan domestik RW 08. Namun, peruntukan eksklusif itu tinggal catatan lama. Kini, kawasan tersebut berubah menjadi magnet yang menarik kiriman sampah dari berbagai penjuru, mulai dari Condet, Kampung Jawa, hingga warga dari RW 6 dan RW 7. Arus pembuangan yang datang dari luar wilayah ini tidak mengenal waktu, mengalir deras selama 24 jam tanpa henti, mengubah TPS kecil itu menjadi gunung sampah ilegal.

Baca Juga

Sudin Tamhut Jakarta Barat Tanam 649 Pohon Pelindung untuk Tekan Polusi

Sudin Tamhut Jakarta Barat Tanam 649 Pohon Pelindung untuk Tekan Polusi

Ironi yang mengakar terletak pada benturan antara rutinitas pemerintah dan realitas di lapangan. Dinas Lingkungan Hidup (LH) disebut sudah sigap menyediakan truk pengangkut dan bahkan mengerahkan alat berat untuk membersihkan area tersebut. Proses pengangkutan menjadi ritual harian yang tak pernah absen. Namun, begitu alat berat pergi dan truk meninggalkan lokasi, aktivitas pembuangan justru segera menyambut. Satu menit setelah tempat itu kosong, segera muncul kantong-kantong plastik baru yang dilempar begitu saja. Warga sekitar merasa seperti berperang melawan arus yang tidak kasat mata, di mana upaya pembersihan institusional kalah cepat oleh ritme pembuangan liar yang nonstop.

Titin mengaku sudah berada di ambang kepasrahan. Pengaduan demi pengaduan telah dilayangkan kepada pihak berwenang, namun respons yang muncul masih belum menyentuh akar persoalan. Persoalan sebenarnya bukan terletak pada ketiadaan layanan, melainkan pada ketidakmampuan menahan laju sampah lintas wilayah. Laporan dari warga menekankan bahwa gangguan yang dirasakan bukan sekadar pandangan yang tidak sedap dipandang. Melubernya sampah ke jalan arteri mengancam keselamatan pengendara, sementara lindi yang mengalir dan bau busuk meracuni lingkungan tinggal puluhan kepala keluarga di sekitarnya. Jalan yang dulu terasa lega, kini terasa semakin sempit, terkepung oleh plastik dan sisa makanan.

Baca Juga

Kisah Amir, Napi Kasus TPPO yang Pelopori Lahirnya Kopi Kemasan Paskopi di Lapas Garut

Kisah Amir, Napi Kasus TPPO yang Pelopori Lahirnya Kopi Kemasan Paskopi di Lapas Garut

Fenomena di sisi rel Stasiun Pasar Minggu ini membuka borok klasik pengelolaan sampah di wilayah urban perbatasan. Sebuah TPS titik kecil di sudut wilayah administratif ternyata mampu menanggung beban dari lingkup yang jauh lebih luas. Solidaritas ruang yang rusak ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas zonasi pembuangan serta penegakan aturan bagi pembuang liar. Selagi sistem pengawasan belum menyentuh kebiasaan warga pendatang yang tidak bertanggung jawab, nyala beko dan deru truk pengangkut di pagi hari hanyalah akan menjadi rutinitas sia-sia yang tenggelam dalam kiriman sampah siang dan malam.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

sampah liarPasar MingguDinas Lingkungan HidupTPS Ilegalkeluhan wargaJakarta Selatan

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap