Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan yang cukup signifikan pada perdagangan hari Selasa, 4 Agustus 2026. Indeks acuan di Bursa Efek Indonesia tersebut ditutup menguat sebesar 1,37 persen, atau mengalami kenaikan sebanyak 85,11 poin hingga berhasil mencapai level 6.319,61. Meskipun performa indeks acuan menunjukkan pergerakan yang kuat di zona hijau sepanjang hari perdagangan, kondisi tersebut nyatanya tidak menghentikan langkah investor asing untuk terus melakukan aksi jual bersih pada sejumlah saham dari sektor petrokimia, energi, dan pertambangan.
Dalam dinamika transaksi yang terjadi di bursa, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menjadi fokus utama dari aksi pelepasan saham oleh para investor asing. Emiten berkode saham TPIA ini mencatatkan nilai jual bersih atau net sell asing terbesar di pasar dengan nilai mencapai Rp206,6 miliar. Catatan transaksi pada hari Selasa ini sekaligus menempatkan TPIA kembali memimpin daftar net sell asing selama dua hari berturut-turut, setelah pada hari perdagangan sebelumnya saham ini juga menjadi yang paling banyak dilepas oleh pemodal asing.
Tekanan jual dari investor asing pada perdagangan Selasa tersebut tidak hanya dialami oleh TPIA. Beberapa emiten besar lainnya yang bergerak di sektor pertambangan, energi, dan petrokimia juga mencatatkan nilai pelepasan saham yang cukup signifikan. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) berada di urutan berikutnya dengan membukukan nilai jual bersih asing sebesar Rp83,6 miliar. Sementara itu, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) mencatatkan nilai net sell asing sebesar Rp71,4 miliar, disusul oleh saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang juga mencatatkan aliran dana keluar dengan net sell asing mencapai Rp60,3 miliar.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Fenomena pelepasan saham di sektor petrokimia, energi, dan pertambangan ini merefleksikan adanya strategi rotasi portofolio yang sedang diterapkan oleh para investor asing. Dalam aktivitas perdagangan ini, para pelaku pasar asing secara aktif memilih untuk mengurangi eksposur atau porsi kepemilikan saham mereka pada sektor petrokimia, energi, dan pertambangan. Dana yang diperoleh dari hasil penjualan bersih saham-saham tersebut kemudian dialihkan untuk meningkatkan kepemilikan mereka pada sektor lain yang dinilai memiliki prospek menarik saat itu.
Sektor perbankan menjadi tujuan utama dari pengalihan dana atau rotasi portofolio yang dilakukan oleh investor asing tersebut. Masuknya aliran dana asing melalui aksi beli bersih pada saham-saham perbankan besar menjadi pendorong utama di balik penguatan tajam IHSG sebesar 1,37 persen. Beberapa saham perbankan besar yang menjadi motor penggerak kenaikan indeks karena ramai dibeli oleh investor asing pada perdagangan tersebut antara lain adalah saham BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan pada tanggal 4 Agustus 2026 ini menunjukkan adanya pergeseran minat investasi asing yang cukup kontras di antara sektor-sektor saham di Bursa Efek Indonesia. Meskipun IHSG ditutup menguat signifikan ke level 6.319,61 berkat sokongan kuat dari aksi beli asing di sektor perbankan seperti pada saham BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI, tekanan jual asing masih membayangi saham-saham di sektor petrokimia, energi, dan pertambangan seperti TPIA, AMMN, EMAS, serta ASII.






