Pasar komoditas global kembali menunjukkan dinamika yang bergejolak pada penutupan transaksi hari Senin (27/7). Di tengah tren koreksi yang melanda mayoritas sektor energi dan logam industri, hanya segelintir komoditas yang mampu bertahan di zona hijau. Timah menjadi satu-satunya komoditas logam yang mencatatkan rapor positif, meskipun kenaikannya tergolong sangat tipis. Di sisi lain, komoditas unggulan seperti batu bara, nikel, dan minyak kelapa sawit mentah (CPO) harus rela menyusut nilainya akibat berbagai tekanan pasar eksternal.
Pelemahan yang cukup signifikan terjadi pada sektor energi, khususnya batu bara. Berdasarkan rujukan data perdagangan dari Barchart, harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 merosot sebesar 2,14 persen. Koreksi ini menyeret harga emas hitam tersebut ke posisi USD 132,50 per ton. Tren penurunan ini juga diikuti oleh komoditas nikel di London Metal Exchange (LME). Harga logam yang menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik ini terkikis 0,96 persen, sehingga terparkir di level USD 17.213 per ton pada akhir perdagangan.








