apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Tiga Indikator Rilis, Airlangga Hartarto Beberkan Bukti Fondasi Ekonomi Indonesia Makin Kokoh

Parlin SinagaDiterbitkan 4 Agu 2026 - 08.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tiga Indikator Rilis, Airlangga Hartarto Beberkan Bukti Fondasi Ekonomi Indonesia Makin Kokoh
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah menilai fondasi perekonomian Indonesia tetap berdiri kokoh di tengah situasi ketidakpastian global yang masih berlangsung. Penilaian ini didasarkan pada rilis tiga indikator utama perekonomian pada Senin, 3 Agustus 2026. Ketiga indikator tersebut menunjukkan sinyal positif yang memperkuat kondisi ekonomi nasional, yaitu inflasi yang tetap terkendali, aktivitas sektor manufaktur yang kembali masuk ke zona ekspansi, serta perbaikan pada kinerja neraca perdagangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya menjaga keseimbangan ini akan terus ditempuh melalui penguatan ketahanan pangan, ketahanan energi, serta pengendalian inflasi yang konsisten di berbagai lini.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Dari sisi perkembangan harga, data terbaru menunjukkan laju inflasi tahunan pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,88 persen (yoy). Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tingkat inflasi pada Juni 2026 yang sempat menyentuh 3,34 persen. Dengan capaian tersebut, laju inflasi nasional dipastikan masih berada di dalam rentang sasaran yang ditetapkan pemerintah, yakni sebesar 2,5卤1 persen.

Baca Juga

GMR Airports Jajaki Peluang Perluasan Investasi Bandara di Indonesia

GMR Airports Jajaki Peluang Perluasan Investasi Bandara di Indonesia

Perlambatan laju inflasi ini terutama dipengaruhi oleh penurunan harga pada sejumlah komoditas pangan penting, seperti bawang merah, tomat, telur ayam ras, dan cabai rawit, menyusul meningkatnya kapasitas produksi di berbagai daerah sentra pertanian. Sementara itu, inflasi inti pada Juli 2026 tetap terjaga stabil di level 2,76 persen (yoy). Di sisi lain, kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices) mencatatkan inflasi sebesar 3,58 persen (yoy). Pergerakan inflasi kelompok ini dipengaruhi oleh efek basis dari penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada Juni 2026 serta kenaikan tarif transportasi udara.

Guna memastikan harga pangan tetap stabil, pemerintah bersinergi dengan Bank Indonesia dan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Berbagai program pengendalian pasokan dijalankan secara konkret di lapangan, meliputi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), hingga optimalisasi kelancaran distribusi logistik antarwilayah.

Sinyal positif kedua datang dari geliat industri pengolahan dalam negeri. Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juli 2026 kembali merangsek naik ke zona ekspansi di level 50,2, setelah pada bulan sebelumnya sempat tertekan di level 46,9. Rebound sektor manufaktur ini ditopang oleh peningkatan pesanan baru yang kemudian mendorong kenaikan volume output untuk pertama kalinya sejak Februari 2026. Respons positif pelaku usaha terhadap peningkatan pesanan ini juga terlihat dari keputusan perusahaan untuk kembali merekrut tenaga kerja, setelah selama lima bulan berturut-turut menahan penambahan pekerja. Selain itu, penumpukan pesanan (backlog) juga mengalami peningkatan dengan laju tercepat sejak November 2025.

Baca Juga

Pangkalan Militer Iran di Perbatasan Marivan Diserang, Satu Prajurit Tewas dalam Baku Tembak

Pangkalan Militer Iran di Perbatasan Marivan Diserang, Satu Prajurit Tewas dalam Baku Tembak

Indikator ketiga yang memperkuat fondasi ekonomi adalah kinerja perdagangan luar negeri. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, Indonesia berhasil mencatatkan surplus kumulatif sebesar US$3,58 miliar. Meskipun sempat mengalami defisit bulanan, pada Juni 2026 defisit perdagangan bulanan tersebut menyempit tajam menjadi US$450 juta. Angka defisit ini terpangkas sebesar 72,02 persen bila dibandingkan dengan defisit pada Mei 2026 yang mencapai US$1,61 miar.

Perbaikan kinerja perdagangan luar negeri pada Juni tersebut didorong oleh peningkatan surplus perdagangan sektor nonmigas yang mencapai US$3,04 miliar, serta berkurangnya defisit sektor migas menjadi US$3,49 miliar. Kinerja ekspor nonmigas Indonesia masih didominasi oleh komoditas unggulan seperti crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya yang tumbuh sebesar 7,32 persen dengan nilai ekspor mencapai US$12,27 miliar. Sementara dari sisi impor, aktivitas produktif dalam negeri tetap terjaga yang tecermin dari dominasi bahan baku dan barang modal yang menguasai lebih dari 91 persen dari total impor nasional.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InflasiEkonomi IndonesiaAirlangga HartartoPMI ManufakturNeraca Perdagangan

Berita Terbaru Lainnya

Pemkab Lombok Tengah Perbarui Rambu Bahaya di Tempat Wisata demi Cegah KecelakaanGMR Airports Jajaki Peluang Perluasan Investasi Bandara di IndonesiaLangkah Strategis Seskab Teddy Merawat Jaringan Dinilai Perlu Dicontoh Para PolitisiMendagri, Data Dukcapil Jadi Fondasi Utama Layanan Publik DigitalIntegrasi Data Kependudukan Menjadi Kunci Efektivitas Kebijakan dan Layanan Publik di DaerahPutusan PN Jakarta Pusat Perkuat Legitimasi Kepemimpinan Muhamad Mardiono di PPPPangkalan Militer Iran di Perbatasan Marivan Diserang, Satu Prajurit Tewas dalam Baku TembakSuhu Ekstrem Capai 42,5 Derajat Celsius, Otoritas Korea Selatan Minta Warga Hentikan Aktivitas Luar Ruangan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap