Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali melakukan pembaruan terhadap daftar saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC). Langkah penyampaian informasi ini dilakukan secara berkala oleh pihak otoritas pasar modal di Jakarta untuk memberikan transparansi mengenai struktur kepemilikan saham dari emiten-emiten yang tercatat di bursa. Melalui pengumuman terbaru ini, pelaku pasar dapat memantau tingkat konsentrasi kepemilikan saham yang dinilai cukup tinggi pada pihak-pihak tertentu.
Dalam pengumuman resmi kali ini, terdapat tiga emiten baru yang dimasukkan ke dalam daftar saham dengan status High Shareholding Concentration (HSC). Ketiga emiten tersebut adalah PT Asia Sejahtera Mina Tbk yang tercatat dengan kode saham AGAR, PT Alakasa Industrindo Tbk dengan kode saham ALKA, serta PT Bukit Darmo Property Tbk dengan kode saham BKDP. Penambahan ketiga perusahaan ini ke dalam daftar HSC didasarkan pada hasil pemantauan terkini terhadap porsi kepemilikan saham mereka yang terkonsentrasi pada pihak tertentu.
Berdasarkan data resmi kepemilikan saham per 31 Juli 2026, tingkat konsentrasi kepemilikan pada ketiga emiten tersebut memang tergolong sangat tinggi. Saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) tercatat memiliki tingkat kepemilikan terkonsentrasi yang mencapai angka 99,32 persen. Selanjutnya, PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) menyusul dengan tingkat konsentrasi kepemilikan saham sebesar 98,21 persen per akhir Juli 2026 tersebut. Sementara itu, untuk PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP), konsentrasi kepemilikan sahamnya tercatat sebesar 95,45 persen pada periode data yang sama.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Masuknya ketiga emiten baru ini ke dalam pengumuman resmi secara langsung mengubah jumlah akumulasi daftar saham berstatus HSC di pasar modal Indonesia. Sebelum adanya penambahan tiga emiten ini, otoritas mencatat terdapat 51 saham yang telah masuk ke dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC). Dengan masuknya saham AGAR, ALKA, dan BKDP dalam pengumuman terbaru ini, maka total keseluruhan saham yang pernah masuk ke dalam pengumuman HSC BEI secara akumulatif kini bertambah menjadi 54 saham.
Penyampaian informasi mengenai status High Shareholding Concentration (HSC) ini dirilis pada hari Kamis (6/8/2026). Data yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan penting bagi para investor dalam menganalisis kondisi emiten. Dengan mengetahui tingkat konsentrasi kepemilikan saham yang sangat tinggi pada emiten seperti AGAR, ALKA, dan BKDP, para pelaku pasar dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai peta kepemilikan saham di pasar modal.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Sebagai langkah keberlanjutan, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan terus melakukan pemantauan dan pembaruan data secara berkala terkait daftar saham HSC ini. Para investor dan pelaku pasar modal diimbau untuk senantiasa mengikuti perkembangan informasi resmi guna mendapatkan data terkini mengenai struktur kepemilikan saham dari berbagai emiten. Pengawasan terhadap 54 saham yang pernah masuk daftar pengumuman HSC ini menjadi bagian penting dalam menjaga keterbukaan informasi di bursa.






