Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) kini dipastikan hadir dalam setiap rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Kehadiran lembaga investasi baru ini dalam pertemuan-pertemuan penting KSSK merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Dengan masuknya Danantara sebagai anggota baru, komite yang bertugas mengawal stabilitas keuangan negara tersebut kini bertransformasi menjadi apa yang disebut sebagai "KSSK plus". Format baru ini diharapkan mampu memberikan perspektif yang lebih luas dalam perumusan kebijakan.
Selama ini, KSSK memiliki peran vital dalam memantau dan menjaga ketahanan sistem keuangan nasional dari berbagai gejolak ekonomi. Komite tersebut diisi oleh empat lembaga otoritas keuangan utama di Indonesia, yaitu Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Bergabungnya BPI Danantara ke dalam komite ini melengkapi formasi koordinasi yang sudah ada guna menghadapi tantangan ekonomi yang kian kompleks.
Keterlibatan BPI Danantara di dalam KSSK memiliki alasan yang sangat strategis bagi perekonomian Indonesia. Langkah ini dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara lebih terintegrasi melalui sektor dunia usaha, yang secara spesifik menyasar Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Di bawah kepemimpinan Rosan Roeslani selaku CEO Danantara, lembaga ini diharapkan mampu menjembatani kebijakan stabilitas sistem keuangan dengan arah pengembangan sektor usaha milik negara tersebut.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Terkait dengan mekanisme kerjanya ke depan, KSSK juga diminta untuk melibatkan Danantara dalam setiap proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh komite. Selain itu, KSSK akan mengundang Danantara secara rutin untuk ikut berkoordinasi dalam menjaga kestabilan sektor keuangan nasional. Kolaborasi erat ini dirancang agar kebijakan makroekonomi, pengawasan sektor keuangan, dan pengelolaan portofolio investasi negara dapat berjalan selaras demi meminimalkan risiko ketidakstabilan.
Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengonfirmasi rencana koordinasi tersebut dengan menyatakan bahwa KSSK memang akan mengundang Danantara untuk berkoordinasi demi menjaga stabilitas sektor keuangan. Langkah koordinasi lintas sektor ini dinilai penting untuk memastikan seluruh instrumen kebijakan keuangan negara bekerja secara harmonis dan saling mendukung satu sama lain dalam menghadapi dinamika pasar.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga meminta agar jajaran KSSK senantiasa memberikan dukungan serta menyokong berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah. Melalui sinergi yang lebih erat antara regulator keuangan tradisional鈥攕eperti Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS鈥攄engan pengelola investasi seperti Danantara, pemerintah berharap ketahanan sistem keuangan nasional dapat terjaga sekaligus mampu memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.






