apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Tersenyumlah! Ada Peluang IHSG Balik ke Level 8.000 di Akhir Tahun

Nyaring AranDiterbitkan 30 Jul 2026 - 07.14 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tersenyumlah! Ada Peluang IHSG Balik ke Level 8.000 di Akhir Tahun
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

PT Bank DBS Indonesia meyakini bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang besar untuk bangkit dan kembali ke level 8.000 pada akhir tahun ini. Proyeksi optimistis tersebut memberikan harapan baru di tengah kondisi pasar saham domestik yang sedang mengalami tekanan cukup berat sepanjang tahun berjalan. Hingga saat ini, pergerakan IHSG tercatat telah anjlok sekitar 29 persen secara year-to-date (YTD), yang membawa indeks ke posisi saat ini di kisaran level 6.100. Kerosotan yang cukup tajam ini memicu perhatian dari berbagai kalangan pelaku pasar dan analis keuangan.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Dalam pemaparannya pada acara Media Briefing DBS Institutional Forum 2026 yang diselenggarakan di Westin Hotel Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026, Head of Research DBS Indonesia, William Simadiputra, memberikan analisis mengenai situasi pasar modal dalam negeri saat ini. William menilai bahwa posisi IHSG yang berada di kisaran level 6.100 saat ini sudah bersifat jenuh jual atau oversold. Menurut pandangannya, kondisi jenuh jual ini mengindikasikan bahwa penurunan harga saham sudah terlalu dalam dan tidak mencerminkan nilai wajarnya, sehingga membuka peluang terjadinya pembalikan arah menuju target akhir tahun.

Baca Juga

Saham Meta Anjlok 11 Persen akibat Pembengkakan Belanja AI dan Penurunan Laba

Saham Meta Anjlok 11 Persen akibat Pembengkakan Belanja AI dan Penurunan Laba

Pelemahan IHSG sepanjang tahun ini menunjukkan adanya perbedaan kinerja yang sangat mencolok jika dibandingkan dengan bursa saham di wilayah atau negara lain. Tercatat ada selisih sekitar 50 persen antara kinerja IHSG yang terpuruk dengan pasar-pasar saham lain di dunia yang justru bergerak naik lebih dari 20 persen. Selain faktor domestik, tekanan pada pasar modal ini juga dipengaruhi oleh sentimen negatif dari luar negeri, termasuk laporan kinerja keuangan dari salah satu raksasa teknologi global, SK Hynix Co. Ltd., yang kinerjanya dilaporkan meleset dari perkiraan pasar.

Meskipun pergerakan indeks saham gabungan mengalami penurunan yang signifikan secara persentase, kinerja fundamental korporasi di Indonesia sebenarnya masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup sehat. Pada kuartal pertama tahun ini, laba bersih perusahaan tercatat masih mampu tumbuh positif sebesar 7,5 persen secara tahunan (year-on-year). Untuk periode selanjutnya, proyeksi pertumbuhan laba perusahaan diperkirakan akan berada di kisaran 4,4 persen. Seiring dengan perkembangan tersebut, PT Bank DBS Indonesia memproyeksikan Price To Earnings Ratio (P/E) pasar saham Indonesia bakal mencapai level 13x pada akhir tahun.

Baca Juga

Petani Rakyat Kuasai 41 Persen Lahan Sawit Nasional, BPDP Tekankan Peran Strategis

Petani Rakyat Kuasai 41 Persen Lahan Sawit Nasional, BPDP Tekankan Peran Strategis

Dalam peta investasi global, Indonesia sendiri tetap diklasifikasikan ke dalam kategori pasar negara berkembang (emerging market) berdasarkan klasifikasi MSCI. Posisi ini terus dipertahankan sejak Indonesia mendapatkan peringkat investasi untuk pertama kalinya pada tahun 2017. Meskipun ada optimisme bahwa IHSG dapat kembali menyentuh level 8.000, para pelaku pasar tetap harus mencermati berbagai faktor ketidakpastian ekonomi. Salah satu tantangan yang diproyeksikan adalah nilai tukar rupiah yang diperkirakan akan berada di kisaran Rp18.000 per dolar AS, yang berpotensi memengaruhi dinamika aliran modal asing di pasar keuangan domestik.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

investasiIHSGpasar sahamBank DBS IndonesiaWilliam Simadiputra

Berita Terbaru Lainnya

Polisi Tangkap Tiga Pelaku Pencurian Pecah Kaca Rp1,2 Miliar di KalideresTiga Anggota DPRD TTU yang Dinonaktifkan dalam Kasus Dokter Icha Tetap Terima Hak KeuanganLurah Paya Pasir Medan Minta Maaf Setelah Video Ejek Keluhan Warga ViralFakta-Fakta OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro oleh KPKMeski Tumbang dari Persebaya, Pelatih PSMS Puas Lihat Kemajuan TimSaham Meta Anjlok 11 Persen akibat Pembengkakan Belanja AI dan Penurunan LabaRoberto Mancini Kembali Tukangi Timnas Italia dan Bertekad Rebut Hati SuporterRusia Hujani Kyiv dan Kota-Kota Ukraina dengan Rudal Usai Peringatan Zelensky

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap