apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Raih Sertifikasi Terminal Hijau Pertama di Dunia

Agus CahyonoDiterbitkan 7 Agu 2026 - 08.21 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Raih Sertifikasi Terminal Hijau Pertama di Dunia
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Terminal LPG Tanjung Sekong yang berlokasi di Cilegon, Banten, mencatatkan sejarah baru di sektor energi global. Fasilitas ini resmi menjadi terminal LPG pertama di Indonesia dan dunia yang berhasil meraih sertifikasi Green Terminal Label Certification (GTLC) dengan predikat Bintang 2 dari lembaga sertifikasi internasional Bureau Veritas (BV). Pengakuan ini menjadi tonggak penting mengingat mayoritas terminal lain yang telah mengantongi sertifikasi sejenis umumnya merupakan pelabuhan umum atau terminal peti kemas, bukan terminal khusus gas cair.

Proses penyerahan sertifikasi ini dilangsungkan dalam rangkaian acara penutupan sertifikasi di Grand Ballroom PIS pada Rabu, 5 Agustus 2026. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan terkait, termasuk Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
Pertamina
, Agung Wicaksono, serta Southeast Asia Industry Director Bureau Veritas, Joko Prakoso. Keberhasilan ini dicapai setelah melalui rangkaian evaluasi ketat yang dimulai sejak tahap awal pada 11 Februari 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan lokakarya penyegaran, penilaian kesenjangan, audit awal, hingga audit final pada Juli 2026.

Dalam audit akhir tersebut, Terminal LPG Tanjung Sekong berhasil memperoleh skor 78,86 persen, yang mengantarkannya pada peringkat Bintang 2 dari batas maksimal Bintang 3. Penilaian yang dilakukan oleh Bureau Veritas tidak hanya menitikberatkan pada satu sektor saja, melainkan mencakup berbagai indikator keberlanjutan yang komprehensif. Evaluasi tersebut meliputi kinerja lingkungan, efisiensi penggunaan energi, pengurangan emisi gas rumah kaca, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (HSE), tata kelola perusahaan yang baik, keunggulan operasional, komitmen para pemangku kepentingan, hingga keberlanjutan program jangka panjang perusahaan.

Baca Juga

FAA Wajibkan Inspeksi Ratusan Boeing 737 Max Akibat Temuan Retakan di Badan Pesawat

FAA Wajibkan Inspeksi Ratusan Boeing 737 Max Akibat Temuan Retakan di Badan Pesawat

Secara operasional, Terminal LPG Tanjung Sekong dikelola oleh PT Pertamina Energy Terminal (PET), yang merupakan anak usaha dari PT Pertamina International Shipping (PIS). Terminal ini memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. Dengan kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 Metrik Ton (MT) atau setara dengan 196.000 Cubic Meter (CBM), fasilitas ini mampu menyokong sekitar 35 hingga 40 persen dari total kebutuhan LPG nasional. Selain itu, dermaga atau fasilitas jetty yang ada di terminal ini dirancang untuk dapat melayani kapal-kapal pengangkut energi dengan kapasitas mulai dari 3.500 hingga 65.000 Deadweight Tonnage (DWT).

Sebagai bagian dari langkah keberlanjutan setelah meraih sertifikasi hijau ini, Pertamina merencanakan integrasi ekosistem energi bersih di terminal tersebut. Langkah konkret yang disiapkan adalah pemanfaatan hidrogen hijau yang diproduksi dari fasilitas panas bumi di Ulubelu, Lampung. Fasilitas hidrogen hijau di Ulubelu tersebut saat ini tengah dikembangkan oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 100 kilogram per hari menggunakan teknologi elektrolisis Anion Exchange Membrane (AEM). Hidrogen hijau yang dihasilkan dari Lampung ini nantinya akan dikirim dan digunakan untuk mendukung operasional ramah lingkungan di Terminal LPG Tanjung Sekong.

Baca Juga

Mentan Pastikan Pasokan Pangan Aman di Tengah Ancaman Kekeringan Lahan Pertanian

Mentan Pastikan Pasokan Pangan Aman di Tengah Ancaman Kekeringan Lahan Pertanian

Pencapaian ini juga menjadi bagian dari peta jalan besar Pertamina dalam mendukung target pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat. Ke depan, Pertamina tidak hanya berhenti pada Terminal Tanjung Sekong. Perusahaan pelat merah ini menargetkan enam fasilitas terminal lainnya untuk bisa mendapatkan sertifikasi Green Terminal Label yang serupa. Beberapa fasilitas yang masuk dalam target sertifikasi hijau berikutnya antara lain Terminal LPG Tuban, Fuel Terminal Baubau, Fuel Terminal Kotabaru, serta Integrated Terminal Tanjung Uban.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PertaminaTerminal LPG Tanjung SekongGreen TerminalSertifikasi Hijau

Berita Terbaru Lainnya

Abaikan Putusan Mahkamah Agung, Donald Trump Teken Aturan Baru Batasi Kewarganegaraan Anak Warga AsingPenampakan Danau Raksasa Mengering, Tanda Petaka Kian NyataRincian Tarif Iuran BPJS Kesehatan Kelas 1, 2, dan 3 per Agustus 2026FAA Wajibkan Inspeksi Ratusan Boeing 737 Max Akibat Temuan Retakan di Badan PesawatMentan Pastikan Pasokan Pangan Aman di Tengah Ancaman Kekeringan Lahan PertanianTransaksi QRIS Tumbuh Pesat, Jalin dan BACenter Kolaborasi Perkuat Sistem Pembayaran NasionalKolaborasi Lintas Sektor Perkuat Pertahanan Siber dan Ekonomi Digital Melalui NCC 2026Said Abdullah Ingatkan Pemerintah Waspadai Perlambatan Industri di Tengah Pertumbuhan Ekonomi

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap